Beranda KARAWANG Jalan Penghubung Desa Memprihatinkan

Jalan Penghubung Desa Memprihatinkan

10
0
USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES JALAN RUSAK: Warga Desa Sekarwangi menunjukan jalan di wilayahnya yang belum tersentuh pembangunan.

Pemkab Karawang Terkesan Membiarkan

KARAWANG-Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Sekarwangi menuju Desa Panyingkiran Kecamatan Rawamerta belum tersentuh pembangunan. Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terkesan tutup mata dengan kondisi jalan yang masih tanah tersebut.
“Kondisi jalan Desa Sekarwangi-Panyingkiran belum tersentuh pembangunan jalan, karena kondisinya masih tanah. Kami mendesak agar pemerintah turun ke pelosok untuk melihat realitas tersebut,” ujar anggota DPRD Karawang, Asep Saepudin, kemarin (12/10).

Menurut Asep, Pemkab Karawang terkesan melakukan pembiaran. Sebab kondisi jalan tersebut kini sudah tidak layak. Bahkan tidak bisa dilalui kendaraan R4 standar dan lebih cocok untuk kendaraan off road.
“Badan jalan hampir putus. Masyarakat merasa kecewa pemerintah daerah membiarkan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten dibiarkan hancur rusak parah hingga tidak bisa di lewati mobil. Padahal jalur tersebut merupakan jalur strategis yang dilewati oleh para petani di sekitar desa itu,” kata politisi partai golkar tersebut.

Dikatakan Asep, masyarakat merasa tersayat hatinya karena pemda lebih memprioritaskan jalan yang menjadi kewenangan Jasamarga atau Pemerintah Pusat. Sedangkan Pemkab Karawang lebih berpihak kepada pengusaha atau kaum kapitalis yang berada disekitar Interchange Karawang Barat.
“Menurut masyarakat panyingkiran dan Sekarwangi selogan ‘Campernik’ di ulang tahun Karawang hanya pemanis dan permainan kata-kata semata tanpa di dukung dengan realisasi di lapangan. RPJMD bupati dengan Visi Karawang yang Mandiri, Maju Adil dan Makmur hanya sekedar janji palsu. Masih banyak masyarakat yang belum merdeka dari jalan yang jelek,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah merekomendarikan ke eksekutif untuk lebih memprioritaskan pembangunan di daerah, jangan hanya focus di kota saja. “Kami berharap agar pembangunan di daerah juga menjadi proritas eksekutif dalam APBD murni tahun 2018 mendatang,” pungkasnya. (use/din)