Beranda FEATURE Inovasi Baru Pengrajin Keramik Plered untuk Bertahan

Inovasi Baru Pengrajin Keramik Plered untuk Bertahan

63
0

Produksi Kendi dan Priuk Kecil Sekali Pakai

Dikenal sudah sejak lama, keramik merupakan produk unggulan mayoritas warga di Kecamatan Plered. Namun sejak difungsikanga ruas Tol Cipularang 2005 silam, pasar keramik Plered mulai redup. Bagaimana mereka bisa bertahan?

Para pembeli dari kota besar seperti Bandung dan Jakarta tidak lagi melintasi jalur Plered. Penjualanpun lesu. Tapi pengrajin keramik berusaha bertahan. Deretan kios kerami di sepanjang kawasan Anjun Plered masih terlihat. Mereka melakukan berbagai inovasi agar penjualan keramik tetap menguntungkan.

Seorang pengrajin kerami Plered, Hj Uchi mengakui penjualan keramik sejak dibukanya tol Cipularang terasa lesu. “Tapi yang namanya usaha di balik kesulitan yang mendera selalu muncul upaya inovatif. Pengrajin keramik membuat keramik sekali pakai, langsung habis, terang Hj Uchi.

Uchi merupakan pengrajin keramik yang bertahan jualan. Ia mengaku sudah puluhan tahun berbisnis keramik.
Kata Uchi, idea membuat keramik sekali pakai muncul dari kalangan anak muda pengrajin kerami. Maraknya produk asal luar negeri seperti Jepang, juga turut membuat mereka harus inovasi dan bersaing di pasangan. Pengrajin membuat keramik sekali pakai seperti tempat tisu dan periuk kecil. “Produk ini sekali pakai, buang, lalu beli lagi. Termasuk saya memilih cara itu,” tutur Hj Uchi.

Menurutnya, produk keramik seperti periuk kecil banyak dibeli rumah sakit dan klinik bersalin. Bisanya digunakan sebagai tempat plasenta bayi yang baru lahir. “Alhamdulilah laku keras,” imbuh Hj Uchi yang kini melanjutkan usaha peninggalan suaminya.
Contoh lain lagi yaitu kendi kecil. Bisanya digunakan lomba agustusan untuk atraksi juga digunakan dalam atraksi militer. Pesanan untuk produk kendi kecil banyak datang dari Jakarta dan Jateng.

Prodk lainnya seprti pernak-pernik keramik mungil untuk cindra mata hajatan dengan ratusan model dan bentuk. “Kita tinggal mengikuti selera pemesan,” tutup Uchi.

Dengan inovasi barunya itu, para pengrajin keramik kini kembali bergairah. Meski keuntungan tidak sebesar dulu tapi meraka bisa bertahan. “Yang kecilpun kita ambil, tinggal cara kita mensyukurinya,” tutup Uchi.(*/man)