Beranda SUBANG Imas Percaya Diri Didekati Banyak Parpol

Imas Percaya Diri Didekati Banyak Parpol

92
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES MENCURI PERHATIAN. Bupati Subang Imas Aryumningsih saat berbincang dengan Wakil Ketua DPRD, Agus Masykur usai rapat paripurna, kemarin.

SUBANG-Golkar Subang membuka komunikasi politik dengan partai manapun menjelang Pilkada 2018 mendatang. Meskipun dari pusat koalisi permanen sudah ditetapkan yakni dengan PDI-P, bukan berarti menutup ruang dengan partai politik lain.

Bupati Subang yang juga Ketua DPD Golkar Subang, Imas Aryumningsih sudah dipastikan maju di Pilkada 2018 dengan posisi calon bupati. Hanya tinggal mencari pendamping untuk wakil bupati.
“Kalau komunikasi kita jalan dengan siapapun terbuka,” kata Imas usai rapat paripurna di gedung DPRD Subang, kemarin.

Golkar sendiri nampaknya sudah menjalin komunikasi dengan berbagai politik. Belum lama ini, Minggu (10/9) pertemuan yang dihadiri sejumlah petinggi partai politik telah dilakukan yakni dengan PKS, PKB, Hanura dan Demokrat.
Pertemuan tersebut, Ketua Harian Golkar Subang, Ade Obreg Kusnadi menyebutnya dengan istilah ‘koalisi besar’. Ia mengatakan, pertemuan tersebut untuk menjalin komunikasi mencari pendamping Imas yang tepat.

Jika dari pusat koalisi permanen dengan PDI-P, lantas bagaimana dengan partai-partai yang kini mulai mendekati Golkar? Namun akankah koalisi Golkar – PDIP dapat dipastikan?

Mengingat dua partai tersebut belum terlihat menggelar pertemuan terbuka yang melibatkan awak media.
“Kalau saya ikuti perintah dari pusat koalisi permanen, kalau di daerah ada beberapa partai yang mau masuk koalisi yang kita terima sesuai dengan visi kita,” kata Imas.

Imas sendiri saat ini belum mengumumkan siapa yang akan mendampinginya di Pilkada mendatang. Diakuinya masih mencari-cari orang yang bisa diajak kerjasama dengannya.
Sebelumnya, Ade Obreg mengatakan, Imas dipastikan kuat dan dapat memenangkan Pilkada 2018. Meski secara pribadi, beberapa bulan mendapat serangan mengenai dugaan ijazah palsu, justru kata dia itu malah membuatnya semakin popular di masyarakat.
“Kami lihat soal ijazah itu tidak ada pengaruhnya, justru bisa semakin popular bundaku,” pungkas Ade.(ysp/tra)