Beranda BANDUNG Idul Fitri Momen Pergerakan Ekonomi

Idul Fitri Momen Pergerakan Ekonomi

42
0

NGAMPRAH – Selama libur Idul Fitri tahun ini, sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dilakukan monitoring oleh Pemkab Bandung Barat. Pasalnya, kunjungan wisatawan akan melonjak pada saat libur tersebut.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Cucu Sartika mengatakan monitoring dilakukan lantaran pada saat libur idul fitri diprediksi akan terjadi lonjakan wisatawan cukup tinggi. Kenaikan diprediksi akan mencapai 5 persen dari kunjungan wisatawan.

“Oleh karena itu, kita akan siapkan tim pemantauan di sejumlah objek wisata yang ada. Pemantaun kita lakukan, setelah memasuki hari raya kedua,” kata Cucu kepada Pasundan Ekspres, akhir pekan lalu.

Pelaksanaan monitoring itu, lanju dia, akan dibantu dengan intansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pihak kepolisian. Pasalnya, setiap wisatawan yang datang ke beberapa objek wisata di KBB harus dijamin kenyamanannya.

“Kami mengimbau agar pengelola objek wisata memperhatikan kenyamanan para wisatawan. Sebab, kenyamana wisatawan ini begitu penting. Kita inginkan, pada saat singgah di satu destinasi, setiap wisatawan itu harus memiliki kenangan atau kesan yang baik,” ungkapnya.

Cucu menambahkan, monitoring ini sudah biasa dilakukan ditahun-tahun sebelumnya. Namun, karena libur idul fitri sekarang waktunya cukup panjang, pihaknya akan menerjukan tim lebih banyak dari biasanya.

Lebib lanjut Cucu menjelaskan, momentum Idul fitri akan menjadi moment dan totalitas pergerakan ekonomi. Selain dapat meningkat keuntungan bagi objek wisata, juga akan berdampak pada naiknya okupansi hotel.

“Jelas ini akan, berdampak juga pada kenaikan seperti okupansi hotel ini. Sebab, jika ada wisatawan yang menginginkan liburan lebih lama, pasti mereka akan menginap,” ujarnya.

Ketua PHRI Bandung Barat Samuel Setiadi menuturkan, menjelang libur panjang Lebaran kali ini tingkat okupansi hotel di Bandung Barat mengalami penurunan. Berbeda dibandingkan tahun lalu, penurunan okupansi hotel pada tahun ini bahkan cukup drastis.

“Biasanya memang setelah Lebaran itu ada peningkatan jumlah penginap. Namun, itu tergantung dari kondisi lalu lintas di Lembang. Kemacetan lalu lintas itu menjadikan pendapatan kami berkurang. Soalnya, tamu itu kan terjebak oleh kemacetan,” kata Samuel di Lembang, Selasa (12/6)

Kalaupun ada rekayasa lalu lintas, lanjut dia, jalan yang lancar tetap tak menjamin para wisatawan mendatangi hotel. “Karena dibikin buka tutup jalur, tamu yang awalnya mau mampir juga enggak jadi. Soalnya, di jalur itu dia harus cepat-cepat. Makanya, ini perlu peran pemerintah untuk mencari solusinya,” katanya.(sep/eko/tra)