Beranda BISNIS Honda Jalin Kerjasama Empat SMK

Honda Jalin Kerjasama Empat SMK

320
0
DADAN RAMDAN / PASUNDAN EKSPRES KERJASAMA PENDIDIKAN: Kepala Dinas Pendidikan Jawa Ahmad Hadadi dan Manager Tehnical Development PT DAM menandatangani MoU dengan SMK yang disaksikan oleh Perwakilan PT AHM, Muhamad Alwi di lapangan SMKN 1 Pusakanagara, Subang, Senin (7/8).

PUSAKANAGARA-PT Daya Adicipta Motora (DAM) bersama PT  Astra Honda Motor (AHM) melakukan penandatanganan MoU dengan SMKN 1 Pusakanagara, Kabupaten Subang. Selain SMKN 1 Pusakanagara, kerjasama juga dilakukan dengan SMK Al Manshuriyah Tasikmalaya, SMK Tecmaxo Karawang, dan SMK Karya Nasional Kadipaten. Penandatanganan MoU dipusatkan di lapangan upacara SMKN 1 Pusakanagara dan disaksikan oleh perwakilan PT  AHM, Muhamad Alwi, Senin (7/8).

Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan peresmian bengkel motor Honda yang merupakan bantuan dari PT DAM sebagai tempat praktek siswa pada jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Selain itu, penandatanganan MoU Kurikulum Teknik Sepeda Motor Astra Honda sebagai implementasi program “Link & Match ” dunia pendidikan dengan dunia industri.

Wakil Kepala SMKN 1 Pusakanagara, Ano Amijoyo ST mengatakan, SMKN 1 Pusakanagara berdiri pada tahun 1979. Saat itu masih bernama Sekolah Menengah Pertanjan Tingkat Atas (SPMA). Namun kemudian berganti status menjadi milik Dinas Pendidikan dengan membuka dua jurusan, yakni pertanian dan teknologi. Dengan perkembangan jaman dan penambahan jurusan hingga saat ini, siswa SMKN 1 Pusakanagara berjumlah 1.105 orang.

Melalui MoU kali ini, Ano berharap menjadi penyemangat  SMKN 1 Pusakanagara dalam menyiapkan lulusan menjadi tenaga kerja dan sumber daya manusia yang siap pakai  melalui pembinaan karakter siswa.

“Kita bukan hanya menyiapkan tenaga kerja yang handal, juga menyiapkan wirausahawan muda yang mampu bersaing dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Sementara itu Manager Tehnical Development PT DAM, Yudi Heriyadi menyatakan sebagai main diler motor Honda di Jawa Barat, pihaknya terus membina sejumlah SMK di Jawa Barat, khususnya jurusan TSM Honda. Kerjasama dan kemitraan dengan SMK jurusan TSM dilakukan sudah sejak tahun 2010. Namun kerjasama di bidang pelatihan dan pengetahuan teknologi motor Honda sudah sejak tahun 2003. Saat itu masih disebut jurusan teknik kendaraan ringan (TKR).

Melalui MoU terdapat sejumlah paket kegiatan yang didapatkan SMK, diantaranya mendapatkan update pengetahuan dan pelatihan teknologi terbaru motor Honda. Para guru dan siswa juga mendapat sertifikat resmi Honda.

“Selain itu, kita membuat sebuah program earlylearning yang cara belajar yang efektif dimana pihak PT DAM tidak mengajar secara langsung, tetapi memberikan sebuah modul dan metoda pembelajaran yang bisa dipelajari secara langsung,” jelasnya.

PT DAM  Jawa Barat menarget penyerapan tenaga lulusan SMK, khususnya jurusan TSM, sekitar 60 persen dari total kebutuhan tenaga kerja yang akan disebar di bengkel Ahass Honda yang berjumlah 533 bengkel yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Oleh karena itu, diharapkan ada perubahan  maind set lulusan SMK yaitu bukan hanya untuk bisa bekerja, tetapi harus mampu berwirausaha mandiri dan membuka lapangan kerja baru.

Dia juga menyinggung target penjualan motor Honda di Jawa Barat sekitar 60 ribu hingga 70 ribu unit motor honda penjualan di Jawa Barat. Dari jumlah tersebut , baru 70 persen motor Honda yang diservice di Bengkel Ahass Honda. Sselebihnya ke bengkel lain. Untuk di Subang baru 50 persen motor Honda di service di bengkel resmi Ahass.

Perwakilan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhamad Alwi mengatakan MoU kali ini merupakan awal dari bentuk kerjasama yang panjang dan berkelanjutan. Begitu banyaknya sekolah kejuruan atau SMK , lulusannya  masih menganggur.

Oleh karena itulah, menurutnya, SMK harus terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia dari mulai tenaga pendidik yang  memiliki kompetensi khusus yang cukup, sehingga menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas. Selain itupun, PT AHM juga terus mengembangkan CSR ke sekolah sekolah yang berkaitan dengan dunia industri.

“Ada yang mesti diingat bahwa MoU ini bukan jaminan lulusannya langsung bisa bekerja di PT AHM atau PT DAM, semua harus melalui test yaitu hard skill dan soft skill, dan rata-rata tidak lolos karena masalah soft skillnya, jadi karakter ini sangat penting,” tandasnya.(dan/din)