YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES AKSI PEDULI: Ratusan massa melakukan aksi peduli Muslim Rohingya di seputar Wisma Karya Subang, kemarin (8/9). Mereka mendesak pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan terhadap entis minoritas tersebut.

SUBANG-Ratusan massa di Kabupaten Subang turun ke jalanan dalam aksi peduli muslim Rohingya, Jumat (8/9). Mereka melakukan long march dari Wisma Karya, menuju Pasar Pujasera, dan kembali lagi ke Wisma Karya.

Selain melakukan penggalangan dana, selama aksi massa juga mendorong pemerintah pusat agar kembali mendesak pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Langkah Kemenlu yang telah melakukan komunikasi politik belum lama ini, perlu diapresiasi. Namun komunikasi politik itu harus membuahkan hasil konkrit, yaitu tidak ada laginya kekerasan terhadap etnis Rohingya.
“Pemerintah Indonesia bukan hanya sekedar memberikan bantuan. Kalau bantuan itu bisa dari lembaga-lembaga kemanusiaan. Tapi yang lebih riil bagi sebuah Negara ialah melakukan komunikasi-komunikasi yang konkrit, langkah-langkah politik yang konkrit,” kata ustad Ade Sugianto, salah seorang orator yang ikut aksi Peduli Muslim Rohingya di Wisma Karya Subang, kemarin (8/9).

Pembantaian etnis Rohingya menimbulkan keprihatinan dari berbagai belahan dunia. Tak hanya muslim, non muslim pun menyayangkan kejadian tersebut.
Ade menyebut, jika pembantaian tak dilakukan terhadap orang muslim di sana, aksi sebagai bentuk peduli akan tetap dilaksanakan. Apalagi ini, kata dia, orang muslim yang menjadi korban.
“Bagi kita, kalaupun yang jadi korban bukan muslim, kami sebagai muslim harus terpanggil hatinya untuk bisa memberikan kontribusi terhadap sesama manusia,” jelasnya.

Aksi yang dilakukan kemarin, kata Ade, untuk memberikan dukungan bagi mereka. Mereka harus diberikan dukungan agar tetap semangat.
Salah seorang peserta aksi, Ripka Humaida mengatakan, kekerasan terhadap etnis Rohingya akibat adanya sumber daya alam melimpah di sana. Sehingga etnis setempat menjadi korbannya.
“Saya melihat karena di sana sumber daya cukup melimpah, banyak yang ingin menguasai daerah tersebut,” ujarnya.
Pelajar yang juga ikut aksi, Salwa mengaku prihatin dengan kejadian terhadap etnis Rohingya. Kepada sesama muslim, kata dia, harus saling membantu.
“Kami bantu dengan memberikan dukungan melalui aksi ini. Ini bukan pertama saya ikut aksi, aksi peduli Palestina pun saya ikut,” ujar Salwa.

Sementara itu koordinator aksi, Ahmad Dani Akbar Wijaya mengatakan, aksi massa kali ini sebagai bentuk kepedulian dan keperihatinan warga Subang terhadap nasib warga entis Rohingya.
“Ini wujud kepedulian kita, dan kita siap membantu,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama Sekretaris DPD PKS Subang, Dediyana menambahkan, tak hanya kepada pemerintah pusat, pihaknya juga mendesak Pemkab Subang peduli terhadap nasib etnis Rohingya. Ia pun mencontohkan langkah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar para PNS di lingkungan Pemprov Jawa Barat menyalurkan bantuan bagi entis Rohingya.
“Seharusnya Pemkab Subang juga, para PNS bisa peduli juga,” pungkasnya.(ygo/ysp/din)