Beranda FEATURE Harapan Masyarakat Terhadap Para Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang

Harapan Masyarakat Terhadap Para Calon Bupati dan Wakil Bupati Subang

506
0
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES PENUH HARAP: Faisal, seorang pedagang kaki lima berharap pilkada mendatang melahirkan kepala daerah yang bersih dan peduli terhadap rakyatnya.

Tidak Terlibat Korupsi, Mampu Membela Pedagang Kecil

Masyarakat Subang akan kembali memilih calon pemimpin mereka, untuk lima tahun kedepan. Selain muka baru, dua diantaranya merupakan muka lama, yang pernah turut meramaikan pilkada sebelumnya. Lalu bagaimana harapan masyarakat terhadap para calon pemimpin mereka?

YUGO EROSPRI, Subang

Rabu (10/1) lalu, masyarakat Subang terfokus pada tahap pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Subang untuk Pilkada 2018 mendatang. Tiga pasangan calon resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Subang.

Mereka diantaranya pasangan Dedi Junaedi-Budi Setiadi, Imas Aryumningsih-Sutarno, dan Ruhimat-Agus Masykur Rosyadi. Dedi Junaedi-Budi Setiadi diusung PDIP. Sementara calon petahana, Imas Aryumningsih-Sutarno diusung Partai Golkar dan PKB. Enam partai politik sisanya, yaitu Demokrat, PAN, NasDem, PKS, PPP dan Gerindra, memilih mengusung pasangan Ruhimat-Agus Masykur. Lalu bagaimana harapan warga terhadap calon pemimpin mereka untuk lima tahun kedepan?

Warga Cikalapa Kelurahan Pasirkareumbi, Faisal (38) berharap, kepala daerah kedepan benar-benar bersih dan dapat mengutamakan kepentingan rakyat. Selain itu tidak tersangkut kasus hukum. Alasan pria yang berprofesi pedagang kaki lima ini bukan tanpa sebab, mengingat dua kepala daerah hasil pilkada sebelumnya terjerat kasus korupsi. Kondisi ini dianggapnya memperbutuk citra Kabupaten Subang.

Diakui Faisal, pilkada tahun ini memang tak semeriah pilkada sebelumnya. Selain itu, para kandidat pilkada kali ini kebanyakan muka baru yang belum begitu dikenal masyarakat. Namun demikian, dirinya berharap pilkada kali ini mampu melahirkan calon pemimpin yang benar-benar peduli terhadap rakyatnya.
“Pemimpin Subang mendatang harus peduli terhadap pedagang kecil seperti saya yang hanya mengandalkan omzet dari berjualan es kelapa,” ungkap Faisal saat menjajakan dagangannya di sekitar kantor Radio Benpas Subang.

Masih menurut Faisal, kepala daerah hasil pilkada sebelumnya kurang begitu memperhatikan para pedagang kecil. Maka pilkada kali ini dirinya tak ingin mengulangi kejadian serupa. Faisal berharap ada perubahan terhadap para pedagang kecil.

Hal yang sama diungkapkan Rima Mulyani, warga Perumahan BTN Ciheuleut Subang. Wanita berusia 36 tahun ini berharap warga tidak tergoda dengan money politic atau politik uang. Namun demikian, kata Rima, piliitik uang selama ini sulit dihilangkan di masyarakat.
“Pilkada itu banyak hal yang aneh-aneh,” tandasnya.
Di kesempatan terpisah, Komisioner Panwaslu Subang, Budi Santoso meminta warga berperan aktif mengawasi pelaksanaan pilkada. Jika ditemukan politik uang, warga pun diminta tak sungkan-sungkan untuk melaporkannya ke lembaganya. “Laporkan. Nanti akan kita tindaklanjuti,” pungkasnya.(ygo/din)