YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES MERUGI: Petani di Desa Jabong menumpuk jerami yang kosong. Petani di Kabupaten Subang terancam gagal panen terserang hama kerdil hampa (klowor) yang menyebabkan bulir padi menjadi kosong.

SUBANG– Petani di Kabupaten Subang terancam merugi akibat hama kerdil hampa (klowor) yang menyerang padi saat memasuki masa-masa panen.

Adih, 40, petani Desa Jabong, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang mengeluhkan serangan hama kerdil hampa di saat padinya akan dipanen. Hama tersebut, katanya, menjadikan batang padi tidak tumbuh normal sehingga menyebabkan bulir padi menjadi kosong dan petanipun terancam gagal panen.
“Selain itu, sekarang kan musim kemarau, kita juga kesulitan air,” ungkapnya.

Dikatakannya, dirinya juga sudah berkonsultasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat soal hama kerdil hampa,namun hingga kini belum ditemukan pencegahannya.
“Ya sudah jelas, kita merugi, gagal panen, padahal saya sudah (keluar) modal banyak,” keluh Adih kepada Pasundan Ekspres, kemarin (5/9).

Adih mengatakan hama kerdil hampa hampir menyerang seluruh lahan sawah milik petani di daerahnya, lahan miliknya saja seluas 600 bata hampir sepenuhnya terserang. Musim tanam sebelumnya pun mengalami hal yang sama, kemudian dirinya membakar jerami padi yang gagal panen, berharap musim tanam tahun ini tidak terserang virus klowor.
“Tapi tetep saja, terserang, kita masih belum mengetahui cara penanganannya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan, Pelatihan,Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang, Sumasna mengatakan permasalahan yang ada di petani seperti demikian harus dikoordinasikan dengan dinas teknis, dalam hal ini Dinas Pertanian baik tingkat kabupaten, provinsi dengan Kementrian Pertanian.

Terutama dalam menangani permasalahan hama kerdil hampa.
“Kita sarankan, Dinas teknis (Dinas Pertanian) segera melakukan koordininasi dengan provinsi dan kementrian (Pertanian),” jelasnya.

Kabag Ekonomi Pemda Subang, Drs Tarwan mengatakan permasalahan hama kerdil harus segera ditangani, Dinas Pertanian harus segera mengambil langkah , hal tersebut untuk mengatasi kegagalan panen para petani yang akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Kabupaten Subang.
“Tentunya, (gagal panen) ini akan berdampak serius terhadap perekonomian Subang,” tandasnya. (ygo/epl)