Beranda EDUKASIA Hadapi Revolusi Industri 4.0, Cellica Benahi Sektor Pendidikan

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Cellica Benahi Sektor Pendidikan

41
0

KARAWANG-Menghadapi revolusi industri 4.0 mengaharuskan segala sektor turut berbenah, tak terkecuali dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, dengan adanya revolusi industri 4.0 dan dibukanya pasar Asia, tenaga kerja Karawang tak hanya harus bersaing dengan masyarakat Indonesia, melainkan dengan warga Asia lainnya.
“Perkembangnya sangat luar biasa pesat. Kita tidak bisa menggunakan cara-cara lama, melainkan harus melahirkan cara baru,” kata Cellica dalam peringatan Hardiknas di Lapangan Karangpawitan, Rabu (2/5).

Bahkan saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan RI, Cellica menyebut revolusi industri 4.0 bisa menggeser penciptaan lapangan kerja. Industri bisa saja menggunakan sistem otomisasi yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) khusus. Namun di sisi lain juga berpeluang menciptakan lapangan kerja baru.
“Persoalannya adalah saat ini sangat luar biasa pesat. Terkait masalah pendidikan, keterampilan, dan sebagainya, tentunya, mohon maaf, kita harus mampu bersaing,” ungkap bupati.

Bahkan, menurut bupati, basic keilmuan dan keterampilan harus dibekalkan sejak dini kepada peserta didik. Oleh karenanya, meskipun SMA dan SMK diambil alih pemerintah provinsi, Pemkab Karawang tetap akan membuat terobosan.
“Kami merancang kurikulum untuk SMK, dimana pada satu tahun pertama pembelajaran 100 persen teori dan tahun kedua 60 persen teori dan 40 persen praktik di industri. Sedangkan pada tahun ketiga 100 persen praktik di industri. Sekolah yang sudah menerapkan (kurikulum) ini SMK Trimitra dan SMK Negeri 1 Karawang,” tandasnya.

Tujuannya, lanjut bupati, saat perusahaan membutuhkan SDM, si anak didik sudah mumpuni, terampil, dan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. “Jadi, mereka (anak didik) sudah terseleksi dan teruji,” ungkapnya.

Bupati menyebut beberapa kebijakan Pemkab Karawang di bidang pendidikan di antaranya, menganggarkab Rp 50 miliar pada APBD 2018 untuk infrastruktur sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Memberikan beasiswa kepada siswa SMA/SMK berprestasi dan tidak mampu, dan beasiswa kepada mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta, baik di Karawang, luar Karawang, maupun di luar negeri.
Menganggarkan bagi sekolah paket A, B, dan C. Sehingga minimal warga Karawang mempunyai ijazah SMA. Serta meberapkan kurikulum berbasis industri bagi SMK.(aef/din)