Beranda EDUKASIA Hadapi Patimban, Perkuat Budaya Lokal

Hadapi Patimban, Perkuat Budaya Lokal

44
0

SUBANG-Kehadiran Pelabuhan Patimban patut menjadi kebanggan warga Subang. Namun demikian, di sisi lagi kehadiran pelabuhan bertaraf internasional tersebut bakal mengancam budaya lokal dengan hadirnya berbagai budaya dari luar.

Plt Bupati Subang, H Ating Rusnatim SE mengatakan, ke depan Subang akan menjadi akses strategis seiring dengan adanya pelabuhan Patimban. Ia meminta semua pihak mempersiapkan diri dengan penguatan-penguatan budaya Subang.
“Budaya kita bisa jadi tergerus oleh kemajuan zaman. Harus ada penguatan karakter dan ciri kebudayaan Kabupaten Subang,” ungkap Ating saat menghadiri Seminar Pendidikan Nasional dalam rangka Hardiknas di aula Pemda Subang. Senin (30/4).

Dia mengingatkan warga jangan sampai melupakan budaya sendiri. Sebab dengan melupakan budaya sendiri sama dengan meninggalkan daerahnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang harus berperan untuk menguatkan pendidikan budaya bagi siswa di sekolah-sekolah. Hal itu sebagai upaya untuk memperkokoh nilai-nilai budaya lokal, seiring dengan perkembangan zaman.

Sementara itu Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr Didin Saripudin mengatakan, pendidikan adalah upaya pembudayaan. Pendidikan dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan.

Ia juga mengatakan, pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Misalnya dengan pesatnya informasi teknologi, pendidikan harus menyesuaikan. Namun tetap tidak melupakan nilai-nilai kebudayaan yang ada.

Praktisi pendidikan, Daeng Ma’mur Thahir mengatakan, dalam lima tahun ke depan tiga daerah yakni Subang, Majalengka dan Indramayu akan menjadi penopang perekonomian di Jawa Barat. Oleh karenya harus dipersiapak dengan matang.
“Persiapannya tentu harus dengan pendidikan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pemimpin di Subang agar fokus untuk mengurusi pendidikan. Ia menilai, pendidikan di Subang hanya itu-itu saja.
“Saat ini kemajuan anak lebih cepat daripada guru dan ibu bapaknya. Itu yg harus diantisipasi. Anak-anak akan lebih cepat mengetahui tentang dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Drs H Suwarna Murdias MPd mengatakan, dengan adanya seminar tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Subang.
“Seminar ini diharapkan ada tindaklanjutnya, untuk menyentuh semua guru di sekolah-sekolah,” jelasnya.

Sekretaris Panitia Hardiknas Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Rukasim SPd mengatakan, guru harus mengajar dengan hati yang tulus. Mengajar harus berbasis kebudayaan.
“Sehingga mereka mampu menjaga budaya, memajukan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber antara lain Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia, Prof Dr Didin Saripudin dan Prof Dr Nanang Fattah, praktisi pendidikan Daeng Ma’mur dan pemerhati pendidikan Kaka Suminta.

Menariknya seminar ini dimoderatori oleh Tina Talisa. Suatu kehormatan bagi Pemda Subang karena seminar ini dipandu oleh Tina Talisa yang pernah memoderatori debat Pilgup DKI Jakarta 2017. (ysp/din)