Beranda PRO DESA Guru Madrasah Berharap Perhatian Pemerintah

Guru Madrasah Berharap Perhatian Pemerintah

21
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES PELANTIKAN: Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) saat pelantikan pengurus PGMI KBB, di Cililin, Kamis (9/11). Mereka berharap ada perbaikan kesejahteraan dan perhatian pemerintah KBB.

BANDUNG BARAT– Ribuan guru madrasah di Kabupaten Bandung Barat, yang belum mendapatkan sertifikasi dan impasing, mendapat bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Bandung Barat sebesar Rp50 ribu.

“Memang benar guru yang belum mendapat sertifikasi dan impasing, mendapat bantuan dari pemerintah daerah sebesar Rp50 ribu rupiah,”ujar Rahmat, salah seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari kecamatan Cihampelas seusai pelantikan pengurus PGMI KBB, di Cililin, Kamis (9/11).

Rahmat sangat berharap, guru madrasah dapat lebih diperhatikan oleh pemerintah, dengan cara meningkatkan bantuan honor guru madrasah dari pemerintah daerah KBB.

“Mudah mudahan PGM dapat mendorong untuk meningkatkan bantuan bagi guru honor madrasah,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PGMI KBB Asep, SP mengungkapkan, bahwa sebelumnya memang sudah ada perhatian bagi guru madrasah. Akan tetapi masih belum maksimal dan tidak sebanding dengan pengabdian yang diberikan untuk mendidik generasin penerus bangsa.

“Ya, menurut saya Rp50 ribu itu belum maksimal. Paling tidak sama dengan guru honor lain, ya. Kalo bisa PGM sama dengan PGRI, idealnya sih Rp1 juta per guru madrasah. Tapi tidak segitu juga yang penting bantuan dari pemerintah daerah layak bagi guru madrasah,”paparnya.

Melalui PGM Asep akan mendorong agar guru madrasah mendapatkan kesejahteraan yang lebih meningkat. “Kemarin bukan masa kepemimpinan saya, saya akan mendorongnya, diawali dengan mendata kembali guru honor dan melaporkannya pada pemerintah daerah,”bebernya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat mengatakan, bantuan untuk guru madrasah memang sudah ada tapi masih relatif kecil. Oleh karena itu pada tahun 2018 pemerintah berencana akan meningkatkan bantuan bagi guru madrasah di KBB.

Abubakar juga mengungkapkan, selama ini di KBB sudah memberikan bantuan bukan hanya untuk guru semata, akan untuk organisasinya pun sudah diberi bantuan.

“Untuk peningkatkan kesejahteraan harus diperjuangkan bersama-sama, dan kami akan perjuangkan, mudah mudahn dapat lebih besar dari kabupaten lain,”jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, guru madrasah yang ada di Kabupaten Bandung Barat lebih dari 8000 orang, dan yang sudah menjadi guru madrasah berstatus PNS sebanyak 380 orang se -Kabupaten Bandung Barat. (eko/tra)