Beranda EDUKASIA Gratis tapi Minim Peminat, SMAN Terbuka Gencarkan Sosialisasi

Gratis tapi Minim Peminat, SMAN Terbuka Gencarkan Sosialisasi

54
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES SPANDUK SOSIALISASI: SMA Terbuka gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang putus sekolah. Salah satunya dengan memasang spanduk informasi di lokasi-lokasi strategis.

PURWAKARTA-Sejumlah SMA di Purwakarta kini tengah gencar menyosialisasikan program SMA Terbuka bagi masyarakat yang putus sekolah. Program tersebut digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya menyukseskan pendidikan 12 tahun.

Kepala SMAN 1 Jatiluhur Hj Popong mengaku sekolahnya siap menyelenggarakan pendidikan SMA Terbuka. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan, di mana salah satunya adalah membangun koordinasi dengan unsur Muspika Jatiluhur.

“Kami telah membangun komunikasi dengan Sekcam Jatiluhur untuk meneruskan informasi SMA terbuka sampai ke tingkat desa, RW, dan RT,” kata Hj Popong kepada koran ini saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (14/9) sore.

Hal senada disampaikan Wakasek SMAN 3 Purwakarta Zaenal Arifin. Dirinya mengungkapkan SMA terbuka ini pendaftarannya bisa dilakukan secara online dan offline. “Hingga hari ini, sudah tujuh warga yang mendaftar untuk mengikuti SMA terbuka,” ujarnya.

Selain secara lisan, sambungnya, sosialisasi juga dilakukan melalui pemasangan spanduk. “Masyarakat nggak usah takut membayar SMA terbuka karena semua dilakukan secara gratis,” kata dia.

Zaenal menambahkan, sesuai ketentuan peserta didik SMA terbuka berusia 15 sampai 21 tahun. Terkait rekrutmen peserta didik baru tersebut, pihaknya menemui kendala di antaranya masih rendahnya pemahaman masyarakat akan SMA Terbuka.

“Hal ini dapat dilihat dari minimnya animo masyarakat padahal tidak dipungut biaya. Bisa juga karena sekolahnya di perkotaan yang rata-rata masyarakatnya tamat mengenyam SMA, sehingga pesertanya kurang. Tapi kalau di perkampungan sepertinya masih banyak yang DO (Droup Out) atau sekolah hingga SMP/Mts,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Kepala SMAN 1 Sukasari Ahmad Riva’i menyebutkan pihaknya juga siap menyelenggarakan pendidikan SMA Terbuka. “Kami siap dan juga sudah membangun koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Dirinya membenarkan jika pemahaman masyarakat terhadap SMA terbuka masih rendah. “Namun kita tidak tinggal diam. Kita terus melakukan sosialisasi langsung kepada warga hingga melalui berbagai spanduk informasi,” ucapnya.

Sekadar informasi, Purwakarta sendiri memperoleh jatah 3.000 peserta didik baru SMA Terbuka yang pola Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan dua kali seminggu.(add/epl)