Beranda HEADLINE Grab Mulai Mendapat Penolakan, Mengancam Angkutan Umum Konvensional

Grab Mulai Mendapat Penolakan, Mengancam Angkutan Umum Konvensional

161
0
Ilustrasi Grabcar

SUBANG-Rencana kehadiran angkutan online Grab di Kabupaten Subang mulai mendapat penolakan. Kemarin (11/9), sejumlah pengusaha angkutan konvensional menyatakan menolak kehadiran Grab di kota Subang.

Salah seorang pengusaha angkutan kota (angkot), Yeni Nuraini merasa yakin penolakan tak hanya datang dari dirinya, namun juga pengusaha angkutan lainnya. Saat ini, kata Yeni, tingginya jumlah sepeda motor membuat pendapatannya merosot drastis. Jika ditambah dengan kehadiran Grab di kota Subang, bukan tidak mungkin hal tersebut bakal membuat usahanya gulung tikar.
“Makanya kita menolak jika Grab akhirnya beroperasi di kota Subang,” jelasnya.
Masih menurut Yeni, saat ini para pengusaha angkutan umum sudah terbebai dengan izin trayek serta harga spare part yang melambung. Selain itu juga ditambah dengan menurunnya jumlah penumpang.

Yeni menuntut ada keadilan bagi pelaku usaha angkutan umum. Apalagi trayek angkutan di kota Subang saat ini sudah full. Sehingga jika ada angkutan online, maka hal tersebut akan mengancam keberadaan angkutan umum konvensional.
“Setau saya penambahan trayek tidak ada lagi. Yang ada hanya peremajaan. Maka jika ada angkutan online, kita mau gimana lagi,“ tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan sopir angkot trayek kota Subang-Kalijati, Asep. Saat ini saja, kata Asep, setiap harinya ia merasa kesulitan mengejar setoran. Jika angkutan online beroperasi di kota Subang, sudah dipastikan dirinya akan kehilangan pekerjaan sebagai sopir angkutan umum.
“Sekarang saja udah susah. Soalnya sekarang kan banyak warga punya sepeda motor,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Grab dikabarkan akan segera hadir di kota Subang. Hal ini ditandainya dengan iklan dan rekrutmen driver Grab yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha di kota Subang.
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Rona Mairansyah mengaku belum mengetahu secara pasti terkait rencana kehadiran Grabcar di kota Subang.
“Sejauh ini belum ada laporan ke kita,” tandas Rona.
Dikatakan Rona, Grabcar berbeda segmen dengan konsumen angkutan kota (angkot). Jika benar akan hadir di kota Subang, kata Rona, pihaknya akan melakukan sample by random untuk mengetahui dampak kehadiran Grabcar di kota Subang.(ygo/din)