Beranda SUBANG Gerakan Saemaul Undong Bergelora

Gerakan Saemaul Undong Bergelora

58
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES SUKSES. Gerakan Saemaul Undong di Desa Tanjungwangi telah menggelora ke seluruh desa melalui bermacam-macam pelatihan tentang perubahan kesadaran masyarakat.

SUBANG-Semangat Gerakan Saemaul Undong yang dilaksanakan di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe sejak tahun 2016 telah menggelora ke seluruh desa melalui bermacam-macam pelatihan tentang perubahan kesadaran masyarakat.
Pada tahun 2017 telah dibangun Gedung Serbaguna Saemaul seluas 340 meter persegi yang kemudian digunakan oleh warga sebagai sarana penyelenggaraan rapat jaringan.
Rapat diadakan sebulan sekali dan dihadiri oleh ketua lembaga desa, perwakilan masyarakat, dan relawan dari Korea Selatan. Tujuan rapat ini adalah untuk membahas kemajuan Program Desa Percontohan Saemaul serta memberikan dorongan supaya program berjalan lancar.
Gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan digunakan secara terbuka oleh warga. Gedung ini dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan dan program-program kebudayaan, di antaranya pemutaran film, rapat, pelatihan bagi warga maupun lembaga-lembaga desa Kabupaten Subang, hingga acara pernikahan.
Dalam waktu satu bulan, Gedung ini digunakan rata-rata sebanyak 10 kali. Selain itu, gedung ini juga digunakan secara optimal oleh warga setempat sebagai sarana penyaluran gagasan warga untuk mengembangkan desa.
Gerakan Saemaul Undong adalah gerakan yang berprinsip pada kemandirian Desa. Agar prinsip kemandirian ini tertanam kuat di masyarakat, hingga saat ini telah dilaksanakan pelatihan sebanyak 52 kali.
Pelatihan-pelatihan tersebut di antaranya pelatihan tentang konsep Saemaul, pelatihan pertanian, dan pelatihan bagi wanita atau PKK. Upaya perubahan kesadaran masyarakat tersebut disebarluaskan dengan berbagai cara demi meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Selama ini, pelatihan yang sudah dilakukan selalu disesuaikan dengan kebutuhan desa, seperti pelatihan menggali potensi desa, pelatihan menjahit, pelatihan membuat kerajinan dari sampah daur ulang, pelatihan pengolahan pupuk cair dengan sampah organik, dan pelatihan Desa Bebas Sampah.
Dengan tertanamnya keyakinan bahwa ‘Saya bisa, kita bisa, Desa Tanjungwangi berubah’, warga secara swadaya sudah bisa membangun Bank Sampah dan menjalankan gerakan pemilahan sampah untuk mewujudkan desa yang bersih. Adapun total sampah yang terkumpul di Bank Sampah adalah sebanyak 1.500 kg tiap bulan.
Kepala Desa, Budi Santoso mengaku dirinya belajar banyak dari gerakan Saemaul Undong terutama setelah melihat relawan Saemaul dari Korea Selatan yang bekerja keras tanpa memedulikan ketidaknyamanan kondisi lingkungan seperti iklim yang berbeda.
Selain itu, para relawan juga tidak malu-malu untuk menyatu dengan masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih banyak dan mengatakan bahwa desa Tanjungwangi tidak akan melupakan Korea Selatan. “Kami berjanji untuk membuat desa yang sejahtera melalui perubahan kesadaran masyarakat,” katanya.
Relawan Saemaul juga berterima kasih pada masyarakat Tanjungwangi. Seperti dikatakan oleh relawan, Park Kisup, Ia apresiasi masyarakat yang mau mengubah pola pikir mereka tentang kebersihan dan juga berterima kasih karena program Desa Percontohan Saemaul dapat berjalan lancar.
Mereka berharap agar program Menciptakan Desa Tanjungwangi Bebas Sampah yang difokuskan pada tahun 2018 dapat diterapkan secara menyeluruh sehingga membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan desa. Mereka juga berpesan agar setiap warga menyebarluaskan semangat gerakan Saemaul Undong dan juga mewujudkan Desa Tanjungwangi yang sejahtera.(opl/ysp/ded)