Beranda FEATURE Genta Wirahma, Grup Kesenian Beranggotakan Siswa SLB

Genta Wirahma, Grup Kesenian Beranggotakan Siswa SLB

79
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES LATIHAN RUTIN: Tim kesenian SLB Negeri Subang tengah berlatih karawitan, kemarin (30/8).

Bermodalkan Kesabaran, Berhasil Ciptakan Album

Meski memiliki kekurangan, siswa atau anak berkebutuhan khusus (ABK) bukan berarti tidak memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan baik. Hal itu dibuktikan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Subang yang tergabung dalam grup kesenian Genta Wirahma.

YUSUP SUPARMAN, Subang

Sejatinya, tim kesenian Gentra Wirahma dirintis sejak tahun 2016 lalu. Tak hanya eksis di acara-acara kedinasan, tim kesenian ini juga sering manggung di acara-acara hiburan masyarakat.

Guru pembimbing tim kesenian Gentra Wirahma, Nono Budiharyono mengatakan, terbentuknya tim kesenian Gentra Wirahma bermula dari aktivitas siswa dan guru SLB Negeri Subang yang tergabung dalam para pecinta alam. Mereka aktif mengunjungi cagar budaya.
Dengan maksud melalui kegiatan itu, yaitu untuk mengangkat kearifan lokal daerah. Dari sana, terpikirkan untuk lebih cenderung melakukan kegiatan kesenian yakni mulai dari seni musik, tari dan vokal.
“Intinya kami ingin melestarikan kesenian tradisional, kami ingin mengangkat kearifan lokal,” katanya kepada Pasundan Ekspres, kemarin (30/8).

Dengan peralatan karawitan yang seadanya di sekolah, siswa dan guru SLB berbaur untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan kesenian.
“Kami mulanya guru-guru di sini tidak punya skill untuk memainkan alat musik gamelan. Namun dengan tekad dan potensi yang ada, terbentuklah tim kesenian yang di dalamnya ada anak-anak dari berbagai kelainan mulai dari tuna rungu, tuna grahita dan tuna netra,” jelasnya.

Untuk membangun tim kesenian, apalagi pemainnya merupakan anak berkebutuhan khusus, tidaklah mudah. Guru harus memahami sisi kelebihan siswa sehingga tepat ditempatkan di bagian-bagian tertentu.

Agar siswa mau belajar alat musik, menari dan bernyanyi, para guru harus melatihnya dengan telaten dan penuh dengan kesabaran.
Tak hanya oleh guru, dalam melatih siswa-siswinya dibantu dengan pelaku seni.
“Kuncinya kita harus telaten dalam melatih. Kita harus dekat dengan mereka. Hubungan emosianal lebih dikedepankan, sehingga mereka merasa dekat dengan kita,” jelasnya.

Setelah berjalan beberapa waktu, barulah tim kesenian ini memiliki kebanggaan. Dengan membuat rekaman lagu, menghasilkan dua album lagu. Album pertama Subang Karahayuan dan kedua Anak Khusus. Lagu dinyanyikan oleh Dini Juniawati yang tak lain siswi kelas 5.

Tim kesenian ini kini sering tampil di acara kedinasan maupun hiburan masyarakat.

Kepala SLB Negeri Subang, Yadi Haryadi mengatakan, dengan adanya tim kesenian Gentra Wirahma bisa membantu sekolahnya lebih terkenal. Keberadaan SLB menjadi lebih diakui di tengah-tengah masyarakat.
“Kami sampaikan lewat tim kesenian ini bahwa anak-anak berkebutuhan khusus pun bisa berkarya,” katanya.(*/din)