Beranda BANDUNG Generasi Muda Tak Minati Profesi Linmas

Generasi Muda Tak Minati Profesi Linmas

56
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES PELATIHAN LINMAS: Salah satu materi dari FKDM KBB untuk menangani bahaya kebocoran gas di rumah saat pelatihan bersama 240 Linmas dari seluruh desa di Lembang.

Semua Anggotanya Berusia Diatas 40 Tahun

LEMBANG– Sebanyak 240 Linmas dari tiap desa di Kecamatan Lembang, mengikuti pelatihan Linmas. Tujuannya meningkatkan kapasitas Linmas di wilayah Kecamatan Lembang.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Amas Winata, menyampaikan, pelatihan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang diselenggarakan Pemerintahan Kecamatan Lembang bertujuan meningkatkan kapasitas Linmas di Kecamatan Lembang.

“Pelatihan ini diadakan yaitu untuk meningkatkan kapasitas Linmas khususnya di Kecamatan Lembang,” ujarnya saat ditemui di Padepokan Karang Tumaritis Jalan Kolonel Masturi No. 21 Sukajaya Citespong Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Rabu (10/10).

Meskipun sempat mengalami keterbatasan anggaran, kegiatan itu diikuti antusias. Setiap desa mengirimkan anggota linmasnya untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan.

“Jumlah yang mengikuti harusnya seluruhnya tapi karena terbatasnya anggaran jadi kami memanggil 15 orang linmas dari setiap desa, jadi kalau 15 dikali 16 desa di satu Kecamatan Lembang ini yang ikut pelatihan ini, kira-kira 240 orang,” paparnya.

Disinggung soal peserta pelatihan yang semuanya berusia di atas 40 tahun. Ia membenarkan, Linmas di Kecamatan Lembang tidak diminati generasi muda.

“Memang Linmas sekarang ini belum ada yang mau untuk menjadi anggota Linmas untuk yang muda-muda ya,” tukasnya.

Menurut Amas, Pemerintahan Kecamatan Lembang menginginkan ada anggota Linmas yang berusia muda tapi sampai saat ini di desa pun yang berminat hanya dari usia tua saja.

“Kita juga menginginkan ada kaderisasi tapi sampai saat ini, di desa pun yang ada hanya yang tua-tua yang punya jiwa sosial tinggi,” ucapnya.

Amas menambahkan, materi pelatihan diberikan oleh Kasatpol PP KBB, Kepolisian, TNI, serta BPBD agar para Linmas bisa siaga untuk masyarakat.

“Materi tentang ke-Linmasan yang disampaikan oleh Ibu Kasat Pol. PP, dari Kepolisian, dari TNI, terus terakhir ini adalah BPDB, sehingga diharapkan Linmas ini siaga untuk masyarakatnya,” terangnya.

Amas berharap, setelah mengikuti pelatihan para Linmas menjadi tangguh, siaga bencana, siap mengikuti pelatihan-pelatihan lain, serta siap terlibat langsung dengan masyarakat.

“Diharapkan hasil pelatihan ini, linmas menjadi tangguh, siaga bencana, dan siap untuk mengikuti pelatihan-pelatihan lain. Serta ikut terjun ke masyarakat sudah siap,” tandasnya. (eko/tra)