Beranda PRO DESA Gencar Sosialisasikan Gerakan Literasi

Gencar Sosialisasikan Gerakan Literasi

40
0

NGAMPRAH, – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca, di Komplek Pemkab Bandung Barat, Selasa (24/4).

Pelaksana tugas Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra merasa senang atas adanya sosialisasi ini dalam memudahkan permasalah KBB bahkan Indonesia yang kini berada posisi 60 dari 61 terkait literasi masyarakat.

“Lemahnya budaya membaca bangsa dan KBB itu merupakan awalnya kami tertinggal informasi. Kami ingin gemar baca ini sekuat tenaga dari muda sampai tua lakukan upaya maksimal,” katanya di Ngamprah, Selasa (24/4).

Berdasar dari data Disdik KBB, ratusan warga di Bandung Barat masih mengalami buta aksara. Yayat juga merasakan kerisauan tersebut. Menurut Yayat, sampai kapanpun warga masyarakat di KBB tidak dapat 100 persen melek aksara, karena adanya usia lanjut yang memiliki persoalan penglihatan yang menyebabkan penyumbang buta aksara.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, Rida Riyani mengungkapkan pihaknya telah mengusahakan berbagai upaya, salahsatunya sosialisasi gemar membaca dan memiliki duta baca, untuk mengimplementasikan membaca.

“Kami pun telah membentuk perpustakaan ke desa dengan gunakan alokasi dana desa. Kami arsip dan perpustakaan juga ingin menggali dan mengajak warga agar warga bisa membaca di perpustakaan,” ujarnya.

Hal yang sama, Kepala Bidang Perpustakaan KBB, Rahadian Setiady menyebut ada 48 titik perpustakaan berbasis teknologi informasi sekaligus terbangunnya taman bacaan membaca (TMB).

“Kami juga ingin melibatkan masyarakat jadi pusat belajar dan kegiatan bermasyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, Anggota Komisi X DPR RI, Danang Rusdiana mengatakan gemar membaca merupakan program nasional yang sudah dilakukan setiap tahunnya ke pelosok Indonesia, guna meningkatkan kecerdasan masyarakat dan kesejahteraan.

“Peradaban dunia ini kan berawal dari membaca. Kami juga ingin di setiap TBM harus memiliki produk kelanjutan membaca, memahami, dan sikap kuat dalam menjabarkan keterampilan dari hasil membaca, seperti kerajinan dan lainnya,” ucapnya.

Ketika para warga telah menguasai dari hasil membaca dan berproduktif, maka selanjutnya akan mengarah ke ekonomi kreatif dengan berkoordinasi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan agar berkesinambungan.

“Pak Jokowi kan mendorong komitmen untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai lokomotif ekonomi nasional sehingga diharapkan kontribusinya 12 persen dan 13 persen menyerap tenaga kerja, serta 10 persen kontribusi ekspor dari TMB,” katanya. (eko/tra)