Beranda EDUKASIA Geliat Komunitas Film Purwakarta

Geliat Komunitas Film Purwakarta

44
0

Screening 6 Judul Film Pendek

PURWAKARTA-Gadget karya Bagus Iriandi, Ada Kopi Panas Banget karya Idan Pirdaus, Jurig karya Aria Gardhadiura, Love Taster karya Malikkul Shaleh, Kain karya Komunitas Satu Lensa Bandung, dan Please Dad karya Bintang Guno menjadi enam judul film pendek yang ditampilkan dalam kegiatan Screening Film Pendek yang digelar mahasiswa Polibisnis Purwakarta, kemarin (3/8) sore.

Bertempat di Cafe Waroeng Otw Jalan Veteran Gang Kenanga, keenam judul film pendek yang ditampilkan tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Polibisnis serta komunitas film yang ada di Purwakarta, Karawang, Bekasi serta Kota Bandung.

“Screening ini menjadi salah satu agenda penting Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Polaroid Polibisnis Purwakarta. Dan ini adalah kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh kita,” kata Ketua UKM Polaroid Amin Nudin kepada koran ini.

Amin menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan film pendek di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan yang sama. “Film pendek ini memiliki karakter berbeda dengan film-film pada umunnya. Salah satunya, film pendek mengandung pesan maupun kritik melalui visual yang nantinya dapat didiskusikan bersama,” ujarnya.

Dirinya berharap dengan digelarnya kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat dan kreativitas khususnya bagi para penggiat film di Purwakarta yang saat ini mulai berkembang dengan pesat. “Pada September nanti kita juga akan menggelar kegiatan serupa untuk tingkat SMA sederajat,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang penikmat film pendek Heru Othong mengaku antusias mengikuti acara tersebut. Heru menilai apa yang dilakukan UKM Polaroid Polibisnis sangat bermanfaat sekali.

“Usai menonton kita bisa membahas pesan visual yang diciptakan sang Sutradara, kita juga bisa belajar menumbuhkan rasa kepekaan dalam membaca gestur tubuh yang dilakukan aktor. Banyak hal yang bisa didiskusikan,” ujarnya.

Heru yang juga salah satu penggiat Komunitas Pena dan Lensa (Kopel) Purwakarta ini berharap, adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk bisa menyediakan wadah dalam mendukung karya-karya anak muda Purwakarta.

“Sampai saat ini setahu saya banyak terdapat komunitas film, namun mereka terkendala dalam menyalurkan bakatnya. Dalam artian mereka perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak,” kata dia.(add/epl)