Beranda PURWAKARTA Gaet Relawan, Panwaslu Bentuk Sahabat Bawaslu.

Gaet Relawan, Panwaslu Bentuk Sahabat Bawaslu.

106
0

 

PURWAKARTA-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Purwakarta menggaet sebanyak-banyaknya relawan guna berpartisipasi aktif mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilu. Relawan yang terhimpun itu dinamakan Sahabat Bawaslu dan diproyeksikan menjadi tambahan mata Panwaslu untuk melakukan pengawasan pemilu.

Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta Oyang Este Binos S.Fil.I mengatakan, selain dibekali materi kepemiluan, Sahabat Bawaslu juga diminta untuk sigap melaporkan jika ada temuan di lapangan terkait dugaan pelanggaran pemilu.

“Sahabat Bawaslu ini direkrut melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif yang hingga saat ini telah digelar sebanyak enam kali, di mana dalam sekali sosialisasi jumlah pesertanya rata-rata di atas 100 orang,” kata Binos, Kamis (8/3).

Sosialisasi pertama, sambungnya, pesertanya adalah para pengurus dan anggota Pramuka Kabupaten Purwakarta tingkat Penegak. “Dipilih Pramuka karena organisasi ini mengakar hingga tingkat kecamatan, desa serta gugus. Panwaslu dan Pramuka bahkan sempat menandatangani MoU Pengawasan,” ujarnya.

Sosialisasi kedua, kata Binos, adalah kepada unsur stakeholder tingkat kabupaten dan kecamatan. “Para pemangku kepentingan di dua level strategis ini diajak belajar bersama tentang kepemiluan, khususnya Pilkada serentak 2018. Dengan UU 10 Tahun 2016 sebagai kitab sucinya diharapkan, materi yang diperoleh bisa diteruskan kepada pemangku kepentingan lain di bawahnya,” kata dia.

Ketiga, ujar dia, sosialisasi dilakukan kepada para mahasiswa dan santri, di mana kedua elemen ini dianggap penting untuk dilibatkan dalam proses pengawasan pemilu. “Alasannya karena semangat dan nilai ideliasme yang mereka miliki tinggi, termasuk ghiroh perubahan yang dijunjung tinggi,” ujarnya.

Keempat, kata dia, sosialisasi di kalangan LSM dan wartawan. “Tak diragukan lagi dua elemen ini cukup strategis perannya di era reformasi sekarang. Pers bahkan dianggap sebagai pillar kelima demokrasi. Sedangkan LSM menjadi satu organisasi yang hidup secara mandiri di luar strata pemerintahan,” ucapnya.

Kelima, sambung Binos, sosialisasi kepada para Penyuluh Agama Islam, Pengawas Sekolah, serta Pimpinan Kantor Urusan Agama (KUA) se-Purwakarta di bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta.

“Selain diajak tetap bersikap netral karena statusnya Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam waktu bersamaan mereka juga diajak berpartisipasi melakukan pengawasan pemilu. Gayung bersambut, mereka pun mengiyakan. MoU pengawasan diteken oleh Panwaslu Kabupaten dan Kemenag,” ujarnya.

Ada pun keenam, sambungnya, giliran kalangan ketua dan pengelola masjid. “Para takmir masjid ini dibekali kepemiluan oleh Ketua KPU dan Panwaslu, serta kepolisian. Kuliah singkat ini dianggap penting sebab masjid menjadi salah satu tempat ibadah yang terlarang untuk kampanye,” ujarnya.
Ke depan, kata Binos, Panwaslu masih akan bergerak menyisir dan melakukan upaya penangkalan terhadap setiap potensi pelanggaran pemilu melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif.

“Kami di antaranya menyasar elemen ASN Pemkab Purwakarta, para guru PKN, para kepala desa/lurah, serta unsur penting lainnya. Sosialisasi dilakukan bertahap dan para Sahabat Bawaslu akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan, sosialisasi tersebut cukup efektif bila dilihat dari banyaknya laporan awal yang masuk dari masyarakat, sehingga potensi pelanggaran sejak dini bisa dicegah.

“Di luar itu, kasus pelanggaran pemilu yang diproses juga berawal dari informasi masyarakat yang selanjutnya ditindaklanjuti Panwaslu. Kami ingin melibatkan sebanyak-banyaknya masyarakat, termasuk juga mengawasi proses penindakannya oleh kami di Panwaslu,” ucapnya.(add)