Beranda SUBANG Fokus Pengendalian Hama, Petani Disarankan Ganti Pola Tanam

Fokus Pengendalian Hama, Petani Disarankan Ganti Pola Tanam

74
0

SUBANG-Akibat serangan hama, Dinas Pertanian kini lebh fokus pada gerakan pengendalian hama wereng dan penyakit tanaman. Tindakan itu untuk menjaga target produksi padi dan memutus rantai hama.

Serangan mama dan penyakit menyebabkan ratusan hektare sawah di Subang gagal panen. Sebab wereng meninggalkan virus yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil produksi padi tidak maksimal.

Kepala Dinas Pertanian Ir. Djadja Rohadimadja mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pengendalian hama wereng melalui penyemprotan hama massal, penyuluhan terpadu dan pemutusan siklus atau mata rantai hama wereng.
Hal tersebut dimaksudkan untuk tetap mengendalikan target produksi padi di wilayah Subang. Dia pun meminta kepada semua stake holder di lingkungan Dinas Pertanian dari UPTD, PPL bersama POPT bersama menanggulangi persoalan ini.

Sehingga petani merasakan pendampingan dan solusi terhadap persoalan di lapangan.
“Tentunya kita tidak tinggal diam, upaya terus dibangun dan kita lakukan bersama-sama. Tapi juga petani harus tertib tanam dan tertib varietas, jangan asal tanam yang tidak sesuai dengan arahan PPL,” tandasnya, kemarin (8/8).
Terkait penanggulangan melalui penyemprotan massal, menurut dia, hal itu hanya untuk mengurangi populasi wereng saja. Untuk virus penyebab padi tak berkembang kita masih kesulitan dan belum ada obatnya.

Virus tersebut menyebabkan kerdil hampa dan kerdil rumput ini yang sangat membahayakan petani terutama wilayah Subang Tengah dan Utara. Sementara untuk wilayah selatan masih bisa dikendalikan karena tidak terserang klowor.
Diapun menyinggung terkait peran TNI adalah sebagai pendamping dan penggerak massa dalam program ketahanan pangan termasuk ketersediaan pasokan air. Selanjutnya ketersedian tenaga penyuluh pertanian (PPL) masih kekurangan hanya 198 orang PNS dan THL. Bahkan multifungsi karena tidak semua PPL adalah penyuluh pertanian, masih berbaur dengan penyuluh perkebunan, kehutanan dan penyuluh perikanan.

Untuk petugas organisme pengendalian tanaman POPT juga masih sedikit hanya satu orang tiap kecamatan. Sehingga ketika ada dampak atau indikasi serangan hama masih kesulitan karena tenaga yang terbatas. Sedangkan luas baku tanam mencapai sekitar 84.000 ribu ha. Dengan target produksi padi 1,2 juta gabah kering panen. “Dengan kondisi tersebut kemungkinan besar ada penurunan produksi padi,” tandasnya.

Kepala Seksi Akabi pada Bidang Produksi Nana Supriatna menambahkan, untuk memutus rantai dan siklus hama werweng bisa dengan mengganti varietas seperti infari 30 atau dengan pola tanam padi-padi-palawija, padi jagung dan kedelai (Pajale) atau tidak tanam sama sekali hanya untuk satu musim.
Menurutnya tanaman jenis kacang-kacangan sangat baik untuk memutus siklus hama karena wereng tidak suka tanaman itu dan konsumsi makan wereng tidak ada sehingga populasi wereng sedikit bahkan bisa hilang.(dan/man)