Beranda BANDUNG Farm House dan Floating Market Benahi Fasilitas

Farm House dan Floating Market Benahi Fasilitas

86
0
Objek wisata Farm House Susu dan Floating Market Lembang membenahi fasilitas untuk kenyamanan pengunjung sepanjang libur lebaran.

 

NGAMPRAH – Sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mempersiapkan diri untuk menyambut libur panjang hari Raya Idul Fitri 1439 Hijiriyah. Persiapan pun dilakukan demi kenyamanan pengunjung dalam menikmati mengisi hari libur lebaran.

Seperti yang dipersiapkan oleh manajemen Perisai Grup selaku pengelola objek wisata Farm House Susu dan Floating Market Lembang. Perbaikan fasilitas penunjang objek wisata seperti renovasi Mesjid, toilet, tempat parkir dan fasilitas umum lainnya.

“Kita persiapkan hari libur lebaran ini dengan memperbaiki sejumlah fasilitas. Ini tak lain untuk kenyamanan pengujung yang datang,” kata Public Relation Perisai Grup, Intania Setiati saat dihubungi Pasundan Ekspres, Selasa (12/6/2018).

Selain itu, pihak management pun akan menambah tenaga kasual untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung. Pasalnya, peningkatan kunjungan wisatawan untuk libur lebaran tahun ini diprediksi akan mencapai 30%.

“Biasanya puncak kunjungan itu di dua hari setelah lebaran,” ucapnya.

Khusus di objek wisata Farm House, lanjut Intan, ada penambahan 19 wahana di Kota Mini. Sedangkan diperkampungan hobbit atau hobbiton adventure jungle, ada penambahan sejumlah spot untuk berselfie.

“Tiket masuk masih tetap, tiket masuk ke Farmhouse hanya Rp 25 ribu/orang plus diberi susu. Sedangkan tiket ke Floating Market hanya Rp 20 ribu/orang plus diberi welcome drink,” ungkapnya.

Persiapan yang sama dilakukan oleh PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu. Sejumlah persiapan untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan di puncak Kawah Ratu pun sudah dilakukan.

Direktur Keuangan dan SDM PT GRPP, Nurlela Silvia mengatakan untuk mengdindari kepadatan di puncak gunung, pihaknya sudah membangun fasilitas Taman yang berada di daerah Jaya Giri. Selain itu, di taman tersebut terdapat wahana outbond serta 30 kios food court yang bisa menambah kenyamanan pengunjung saat mengunjungi TWA Tangkuban Parahu.

“Cukup besar untuk penampungan, itu bisa menampung minimal untuk 500 orang. Jadi saat di puncak penuh dan macet, pengujung bisa menunggu di lokasi itu,” kata Nurlela saat dihubungi terpisah, Selasa (12/6/2018).

Selain itu, kata dia, di area pintu masuk TWA terdapat taman konservasi yang bisa menamung hingga 200 orang. Sehingga, diharapkan kemacetan dan kepadatan dipuncak Kawah Ratu bisa terhindarkan.

“Kita utaman kenyaman pengunjung, jangan sampai pengunjung jenuh karena kurangnya fasilitas,” ujarnya.

Untuk harga tiket, lanjut Nurlela, pengelola masih memberlakukan tarif lama. Untuk wisatawan Nusantara (Wisnus) Rp20 ribu/orang untuk weekday, Rp30 ribu/orang untuk weekend.

“Untuk wisatawan mancanegara atau turis asing di tarif Rp300 ribu per orang. Dibuka mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore,” pungkasnya. (sep/tra)