Beranda PRO DESA Enam Pasar Dikerjasamakan dengan Swasta

Enam Pasar Dikerjasamakan dengan Swasta

80
0
USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES SISTEM KERJASAMA: Dari jumlah 11 pasar tradisional kabupaten yang ada di Karawang, 6 diantaranya dikerjasamakan atau built operational transfer (BOT) dengan pihak swasta.

Pemkab Harus Perhatikan Poin MoU

KARAWANG-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperidagsar) menyatakan jika dari 11 pasar tradisional kabupaten yang ada di Karawang, 6 diantaranya dikerjasamakan atau built operational transfer (BOT) dengan pihak swasta.

“Kita memiliki 11 pasar tradisional, dan 6 diantaranya dikerjasamakan dengan swasta antara lain pasar Johar, pasar Cikampek 1, pasar Plaza Cikampek, Pasar Rengasdengklok, pasar Jatisari, dan pasar Cilamaya,” ujar Kabid Pasar, Disperindagsar, Dadang Eka, Rabu (16/5).

Dikatakan, untuk pasar Baru Karawang dan pasar Jatisari saat ini dalam proses BOT dan untuk proses itu bukan di Disperindagsar kewenangannya tapi di bagian kerjasama Setda Karawang.

“Sebenarnya sistem BOT itu menguntungkan Pemkab, tapi asal proses dan pengurusannya benar. Sebab sejumlah pasar yang dikerjasamakan ada yang sedikit bermasalah seperti di Plaza Cikampek,” katanya.

Diharapkan, kerjasama pasar tradisional lainnya bisa lebih baik, agar pengelolaannya sesuai yang diharapkan. Jangan sampai kerjasama pasar malah menjadi permasalahan kedepannya. “Kami berharap kerjasama pasar bisa lebih baik agar bisa memberikan keuntungan buat masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B, DPRD Karawang, Nana Nurhusna Hidayat menyatakan jika adanya permasalahan BOT pasar tradisional sebelumnya harus jadi pembelajaran bagi pemerintah daerah. Terlebih sudah ada Perda tentang kerjasama daerah, jangan sampai kerjasama daerah soal pasar malah membebani pemerintah.

“Kita tentunya mendukung program BOT pasar tradisional selama itu benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat terkhusus pedagang,” katanya.

Ia menambahkan, sistem kerjasama BOT pasar memang perlu ketegasan. Sebab selama ini, retribusi pasar tidak memenuhi terget setiap tahunnya, dan ini sangat tidak ideal.

“Jika ada kerjasma, maka harus saling menguntungkan jangan malah memberatkan pemkab karena retribusinya tidak maksimal ke pemerintah daerah,” katanya. (use/tra)