Beranda BANDUNG Elin Bakal Sulit Bersaing

Elin Bakal Sulit Bersaing

53
0

Tim Pemenangan Tetap Optimis

BANDUNG BARAT- Pasca penetapan tersangka kasus suap Bupati Bandung Barat Abubakar Oleh Komisi Kemberantasan Korupsi (KPK), bakal ada perubahan dukungan kontestan di Pilkada Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat politik dan pemerintahan, sekaligus dosen di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Sidha.

 

Menurut Arlan, elektabilitas pasangan calon Elin Suharliah dan Maman S. Sanjaya (Emas) bakal merosot, karena kepercayaan masyarakat mengalami degradasi.

“Saya pikir, elektabilitasnya akan turun, bahkan penurunannya sangat drastis karena trust masyarakat memudar. Tapi roda politik di Bandung Barat akan tetap berjalan, hanya saja kubu Elin dan Maman akan kesulitan menyeimbangkan kekuatan dengan kubu lawannya,” ucap Arlan, Minggu, (15/4).

Masih kata Arlan, kerugian lainnya dari kasus tersebut, bargaining pasangan Emas ke masyarakat juga menjadi sangat melemah. Apalagi, penangkapan Bupati Bandung Barat dua periode itu sendiri lantaran ia melakukan ‘pemerasan’ kepada sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat untuk memenangkan istrinya dalam pilkada nanti.

“Walaupun secara persaingan sebenarnya masih memungkinkan, karena yang namanya politik itu kan tidak bisa diprediksi. Tapi intinya akan sangat berpengaruh dan menurunkan elektabilitas pasangan Emas,” bebernya.

Sementara itu, kasus ‘pemalakan’ terhadap sejumlah kepala dinas itu, Abubakar sebagai ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat dipecat. DPD PDIP Jawa Barat telah menunjuk Yadi Srimulyadi sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat.

Hari pertama usai mendapat mandat dari DPD, Yadi pun langsung bergerak cepat dengan mengumpulkan internal DPC PDIP KBB dan fraksi di Kantor DPC PDIP KBB.

“Ya sebagai Plt saya tentu harus menyolidkan barisan ini untuk membuat program baik internal, eksternal, maupun bersama tim pemenangan Elin-Maman (Emas),” katanya di Ngamprah, Sabtu (14/4).

Yadi juga mengaku telah siap memiliki cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan warga masyarakat Bandung Barat, bahwa Elin Suharliah yang merupakan istri dari Abubakar tidaklah ada kaitannya terkait kasus ini.

“Abubakar sebagai bupati dan Elin sebagai calon bupati walau ada kaitan keluarga itu gak ada keterkaitannya, meskipun pengaruh ini pasti ada dan tak bisa dihindari. Ini juga cambuk bagi kami sebagai tim pemenangan untuk kerja lebih giat lagi,” katanya.

Selanjutnya, Yadi akan mengundang tim pemenangan Elin-Maman serta partai politik pendukung untuk menindaklanjuti program-program ke tingkat kecamatan, guna memberi motivasi dan menjelaskan bahwa antara Abubakar dengan Elin tak ada kaitannya.

“Kami tetap harus optimis masih bisa menang, karena ada contoh dari kabupaten lain yang sama seperti ini. Jadi, kami tetap punya asa,” ucapnya.

Yadi juga menegaskan dan meminta ke jajarannya baik dari tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk menarik baliho atau spanduk yang masih ada gambar Abubakar.

“Ya itu kan efeknya jelek di masyarakat. Sepertinya jumlahnya sedikit yang bergambar Abubakar. Saya juga minta jajaran untuk solid menangkan Emas dan Hasanah,” katanya.

Bahkan, untuk mngganti Bupati Bandung Barat Abubakar yang sudah non aktif itu, Kemendagri telah menunjuk Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra sebagai Plt Bupati Kabupaten Bandung Barat.

“Surat keputusan dari gubernur sudah saya terima Kamis (12/4) kemarin, saat ini saya ditunjuk jadi pelaksana tugas bupati,” ungkap Yayat di Mesjid Agung Pemkab Ngamprah.

Yayat Mengatakan, penunjukan langsung tersebut adalah untuk mengisi kekosongan jabatan dan memastikan kinerja pemkab terkait pelayanan pada masyarakat tidak terkendala.

“Sesuai undang-undang kepala daerah yang sedang ditahan tidak boleh menggunakan kewenangannya, atas itu gubernur menerbitkan surat tugas wakil mengambil alih kewenangan bupati, yang ditandatangani oleh menteri dalam neheri Tjahjo Kumolo” tukasnya. (eko/tra)