Beranda PURWAKARTA Ekspor Kramik Terus Menurun

Ekspor Kramik Terus Menurun

44
0

Pengrajin Incar Pasar Lokal

PURWAKARTA-Sejak Januari 2017, ekspor kramik Plered mengalami kelesuan. Bahkan turun hingga 20 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini terjadi akibat berubahnya kebijakan luar negeri di bidang kramik dan tataniaganya, dimana para pembeli asing diharuskan menjual habis 100 persen kramik yang dijualnya di pasar Internasional. Baru setelah itu diperbolehkan melakukan repeat order.

Hal itu ditegaskan Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kramik Plered, Bambang Mega Wahyu kepada Pasundan ekspres di ruang kerjanya, Senin (9/4).
“Dulu repeat order ekspor kramik Plered terus berdatangan. Saat barang yang dijual buyer (pembeli) luar negeri belum habis terjual (baru 70%), mereka langsung repeat order ke Plered. Sekarang tak bisa lagi sebelum kramik yang dijual mereka laku 100 %. Dampaknya penjualan ekspor kita melambat, dan bahkan turun terus,” terang Bambang.
Bambang menerangkan, agar tetap eksis dan bertahan, sejumlah pengrajin kramik menggenjot pasar lokal dengan aneka inovasi dan polesan agar menarik pasar. “Jika tidak, maka akan berlaku hukum alam. Siapa pengrajin yang rajin berinovasi akan bertahan dan pengrajin yang tak rajin akan gulung tikar,” imbuh Bambang.

Dalam kondisi seperti itu, kata Bambang, UPTD Litbang Kramik juga tak tinggal diam. Salah satunya dengan membuka karyawisata siswa.
“Banyak siswa sekolah yang datang berkunjung ke Litbang Kramik, dengan tujuan mengenal, melihat dan mencoba membuat kramik sendiri. Kita siapkan alat instruktur dan souvenir,” terangnya.
“Tujuan yang kita bidik sebenarnya orang tua mereka. Diharapkan dari karya wisata anak-anaknya itu, suatu saat mereka akan kembali datang dan akan membawa serta orang tua mereka ke Plered untuk beli Kramik. Cara ini cukup efektif dengan terus mengalirnya jumlah kunjungan wisata ke Litbang Kramik Plered,” sambung Bambang.
Ditanya soal ketersediaan bahan baku kramik berupa tanah liat, Bambang menyebut bahan baku tak akan habis untuk 50 tahun kedepan. “Dan atas hasil penelitian kita, ada stock tanah liat yang sama bagusnya terdapat di lima kecamatan yang ada sekitar Plered, seperti Tegal Waru, Sukatani, Darangdan dan Pasawahan. Semua itu teksturnya baik untuk kramik,” tutup Bambang.(dyt/din)