Beranda BISNIS Eded Bisa Beli 4 Sepeda Motor dan 1 Mobil

Eded Bisa Beli 4 Sepeda Motor dan 1 Mobil

155
0

Penjual Basreng Keliling Beromset Puluhan Juta

Mang Eded, begitulah lelaki itu dikenal para pelanggannya, dengan gerobak tuanya Eded berjualan Baso Goreng (Basreng) dengan cara berkeliling. Sedikit saja orang yang tau jika hanya dengan berjualan Basreng ini Eded bisa membeli 4 motor bahkan bisa membeli mobil dan mengangkat derajat keluarganya.

VINNY DINA RAHAYU, Subang

Omset yang dihasilkan Eded dari berjualan Basreng keliling sehari mencapai Rp.700ribu, jika diakumulasikan dalam sebulan bisa mencapai Rp20 Juta. Dari berjualan Basreng keliling, saat ini, dirinya sudah mampu membeli 4 sepeda motor dan 1 mobil.

Mengawali usaha sebagai penjual basreng keliling pada tahun 2005 saat itu masih berjualan dengan cara ditanggung hingga sekarang Eded mampu membeli motor dan mobil diakuinya tidak ingin meninggalkan profesinya sebagai tukang basreng keliling. Pekerjaannya tersebut sudah menjadi aktivitasnya sehari-hari.

Pencapaiannya sampai saat ini tidak membuatnya berbesar hati, dengan tekunnya Eded tetap mengais rejeki dari berjualan basreng keliling. Setiap hari pada pukul 24.00 dirinya pergi kepasar membeli bahan-bahan untuk membuat basreng, sepulangnya dari pasar Eded memproduksi sendiri basrengnya sampai shubuh. Tak lama setelah itu, dagangannya siap dijual dengan cara berkeliling ke sekolah-sekolah. Namun siapa yang menyangka meskipun hanya makanan ringan basreng yang dibuat Eded tersebut sudah banyak diminati berbagai kalangan.
“Meskipun saya jualannya di sekolah-sekolah tapi Alhamdulillah ibu-ibu nya pada suka guru-gurunya juga pada ikut beli, kalo hari minggu saya jualan di Pasar Minggu Gor Subang dulu bisa 50 kg basreng yang saya siapkan”jelasnya.

Perjuangannya dimulai saat tidak ada pembeli, namun dari rasa penasaran satu orang ketika mencicipi dan ternyata enak hingga akhirnya mampu melebar ke yang lain pula. Tahun 2008 menurutnya merupakan tahun basrengnya sedang ramai dan banyak peminatnya, dalam sehari bisa menghabiskan 30 kg adonan basreng. Dari tahun ke tahun pun harga basrengnya terus meningkat mulai dari satu butir basrengnya dihargai Rp50 saat ini satu tusuk isi 3 butir dihargai Rp1000.
Diakui Eded basreng buatannya aman, dan tanpa bahan pengawet bahan-bahannya pun terdiri dari aci, ikan jambal, ditambahkan bumbu rahasia dan yang menjadi ciri khas yaitu pakai telur. Tekstur yang dihasilkan dari basreng nya tersebut ketika digigit pasti kenyal hal ini dikarenakan Eded menambahkan telur pada adonannya, itupun yang membedakan basreng buatannya dengan basreng ditempat lainnya. Meskipun sudah terlihat ada beberapa yang meniru tapi basreng buatannya tetap jadi favorit sebagian besar masyarakat Subang.

“Dari awal saya mampu beli satu motor ya meskipun dengan cara kredit tapi Alhamdulillah bisa terlunasi hingga sekarang apapun yang saya miliki tidak terlepas dari kerja keras setiap hari berjualan basreng keliling,” ungkapnya.

Biasanya Eded berjualan di SDN Emo Kurniatmaja mulai pukul 06.00 dan siang lanjut di depan SMPN 2 Subang hingga habis. Rasa dari basrengnya yang unik dan enak menjadi daya tarik sendiri meskipun berjualan hanya dengan roda keliling.
“Rencana saya ingin buka cabang lagi, pengen ada yang jualan lagi ngambil nya dari saya udah ada yang nawarin di depan Teakwang tapi masih jadi rencana saya kedepannya.” tutupnya. (vny/epl)