Beranda PRO DESA Dukung PDIP Polisikan Pelaku Ujaran Kebencian

Dukung PDIP Polisikan Pelaku Ujaran Kebencian

46
0

NGAMPRAH – Salah satu pendiri Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang juga tergabung dalam Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB), Asep Suhardi mendukung langkah hukum yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang melaporkan pelaku ujaran kebencian. Pasalnya, ujaran kebencian jika dibiarkan akan menimbulkan konflik dan membuat KBB tidak kondusif menjelang Pilkada serentak.
“Jika kasus ujaran kebencian ini dibiarkan akan membuat KBB menjadi tidak kondusif apalagi saat ini tengah menghadapi pilkada, dan jangan sampai pilkada KBB dinodai dengan isu sara,” kata Asep Suhardi yang akrab dipanggil Kang Ado ini saat dihubungi, Senin (31/4).

Ia pun meminta agar masing-masing pasangan calon Bupati (cabup) dan calon Wakil Bupati (cawabup) yang maju di Pilkada KBB, agar bisa menunjukkan politik yang dewasa dan santun. Hal itu diperlukan untuk menciptakan susana KBB yang aman dan kondusif.

Ado pun meminta pasangan cabup dan cawabup agar bisa memahami sejarah dan tujuan dari pemekeran KBB. Hal ini agar kelak menjadi memimpin KBB bisa mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat KBB. “Para calon pun harus memahami historis tujuan dari pemekaran KBB,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP KBB melakukan langkah hukum terhadap ujaran kebencian yang dilakukan oknum ustad di acara pengajian di Cipeundeuy KBB beberapa waktu lalu.

Melalui Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPC PDIP KBB, PDIP melaporkan kasus tersebut tak hanya ke Polsek Cipeundeuy dan Panwaslu KBB. Bahkan kasus ini diteruskan untuk dilaporkan ke Polresta Cimahi.
“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polresta Cimahi. Sementara DPD PDIP Jabar melaporkan langsung ke Polda Jabar, tapi tidak menutup kemungkinan DPP akan melaporkan ke Mabes Polri,” kata Ketua Bidang Politik, Hukum dan Kemananan DPC PDIP KBB, Jelly C Supriyadi S.H. M.Hum, Senin (30/4/2018).

Sebelumnya, DPC PDIP KBB melaporkan penceramah Muhamad Alidrus atas ceramahnya pada acara pengajian di Kampung Ciwaru RT 01 RW 09 Desa Bojongmekar Kecamatan Cipendeuy KBB. Pada ceramahnya itu, ustadz asal Kota Bogor itu diduga melakukan ujaran kebencian terhadap PDIP dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri yang terekam dalam sebuah video yang sudah terlanjur viral di media sosial (medsos).

Bendahara DPC PDIP KBB, Jejen Zaenal Arifin mengatakan dalam video viral berdurasi 1 menit 51 detik itu, ustad tersebut dengan menggebu-gebu menyebutkan di depan ribuan masyarakat agar membenci PDIP bahkan memusuhi PDIP. Dalam video itu juga, ustad tersebut menyebutkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri disebut dengan kata-kata yang tidak semestinya.
“Kita melaporkan video pengajian ujaran kebencian yang sudah viral itu. Di video itu, ustadz itu menyebut seolah PDIP tidak butuh suara umat Islam di pemilu. Bahkan ustad tersebut memprovokasi jika orang Islam yang memilih PDIP adalah munafik,” kata Jejen saat melakukan Jumpa Pers di Kantor DPC PDIP KBB di Ngamprah, Jum’at ( 27/4). (Sep/ded)