Beranda KARAWANG Duh, Sampah Menumpuk di Mana-mana, Komisi C Anggap Perda Belum Maksimal

Duh, Sampah Menumpuk di Mana-mana, Komisi C Anggap Perda Belum Maksimal

41
0
USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES MAKIN MENUMPUK: Sampah menumpuk di salah satu jalan protokol kota Karawang. Meski sudah memiliki perda, pengelolaan sampah tak kunjung tertangani dengan baik. Sampah makin menumpuk.

KARAWANG-Pengelolaan sampah di Kabupaten Karawang terus mendapat sorotan. Hal ini dipicu masih banyaknya sampah yang berserakan hampir di seluruh tempat di Kabupaten Karawang. Bahkan di beberapa titik di tingkat kecamatan terjadinya penumpukan sampah, terutama di kecamatan yang padat penduduk. Belum lagi di perumahan – perumahan serta pasar.

Paling disayangkan penumpukan sampah di bantaran sungai yang sebenarnya itu sangat berbahaya. Selain mencemari tanah, juga akan mencemari air.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Karawang, Edi Suhaedi meminta Pemkab Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan pihak kecamatan berkomitmen menjalankan Perda Pengelolaan Sampah, termasuk melakukan penertiban di kawasan – kawasan perumahan.
“Biaya pembuatan perda itu mahal, menguras APBD begitu banyak. Oleh karenanya saya meminta dengan tegas kepada dinas terkait untuk menerapkan perda ini, terutama bersikap tegas kepada para pengelola perumahan. Jangan sepertinya santai-santai saja dalam menjalankan. Untuk itu kami minta agar dinas dan unsur terkait lebih serius menjalankan Perda Pengelolaan Sampah ini dan membenahi sampah – sampah ini,” ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini menyampaikan, dinas terkait sudah menjalankan perda pengelolaan sampah. Meski registernya belum dikeluarkan, namun tidak maksimal sesuai yang diharapkan. Dikataka Edi, pihaknya pernah menanyakan perihal pengelolaan sampah ke dinas terkait. Alasan akibat minimnya armada operasional.

Menurut Edi, pemerintah daerah hanya diberikan penambahan armada sebanyak 5 unit di tahun 2017. Namun itu bukan alasan. Selama ini pun DLHK hanya terkonsentrasi melakukan pembenahan sampah di jalan-jalan utama. Padahal Kabupaten Karawang terdiri dari beberapa kecamatan.
“Jika idealnya armada pengangkutan sampah ini kurang, karenanya coba usulkan kepada kami berapa sih yang dibutuhkan oleh dinas untuk membenahi sampah setiap harinya di seluruh kecamatan dari kota hingga ke pelosok, pasti kami akan dorong,” jelasnya.

Terakhir Edi menambahkan, pemerintah daerah dituntut harus dapat mengambil langkah strategis dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang akan semakin berat mengingat laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karawang semakin meningkat. Jika permasalahan sampah ini dibiarkan, maka sampah akan terus bertumpuk.
“Tinggal keinginan dari pemerintah daerah dengan kebijakannya, peran sertakan semua komponen dari mulai tingkat RT, RW, kepala desa, kecamatan hingga kabupaten untuk menjaga kebersihan di setiap wilayahnya, karena masalah sampah kembali lagi kepada kesadaran individu masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (use/din)