Beranda KARAWANG Dua Hotel Berbintang Terancam Bangkrut

Dua Hotel Berbintang Terancam Bangkrut

42
0

KARAWANG-Dua hotel berbintang di Kabupaten Karawang terancam gulung tikar alias bangkrut. Saat ini, tingkat hunian di kedua hotel itu hanya 30 hingga 40 persen per hari. Selain itu, dua hotel lainnya juga mulai kesulitan beroperasi.
“Kalau tidak disubsidi oleh induk perusahaan, kedua hotel tersebut sudah tutup,” ujar Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Karawang, Gabryel Alexander, kemarin (9/8).

Namun demikian, Gabryel enggan menyebutkan nama-nama hotel tersebut. Namun demikian, Dia memastikan jaringan perusahaan kedua hotel itu tersebar di sejumlah kota lainnya di Jawa Barat.
“Subsidi yang diberikan group hotel-hotel itu mencapai ratusan juta rupiah,” kata Gabryel.

Dikatakan Gabryel, hotel bisa bertahan hidup jika tingkat huniannya di atas 60 persen. Sementara tanaga kerja asing (ekspatriat) yang bekerja di Karawang yang menghuni hotel hanya 8 persen dari total jumlah eksaptrial legal sebanyak 3.000 orang.

Disebutkan Gabryel, sebagian besar ekspatriat yang merupakan top management di perusahaan industri manufaktur, lebih memilih tinggal di luar wilayah Karawang. Alasannya, tingkat kemacetan dari hotel menuju kawasan industri di Karawang sudah cukup parah. Sehingga para ekspatriat merasa tidak nyaman tinggal di Karawang.

Alasan lain, di Karawang belum tersedia alat transportasi yang nyaman dan mewah semacam taksi kelas tinggi.
“Ketika penghuni hotel butuh refreshing malam hari, mereka kebingungan untuk ke luar hotel,” kata Gabryel.

Kondisi itu diperparah oleh minimnya sarana hiburan malam di Karawang. Saat ini tempat hiburan di daerah lumbung padi tidak selengkap di Bekasi atau Jakarta.
“Karawang belum punya destinasi wisata unggulan. Sekarang, Karawang hanya bisa menjadi tempat transit sesaat saja,” ungkap Gabryel.

Menurutnya, rendahnya tingkat hunian hotel berbintang di Karawang dipengaruhi pula oleh batalnya sejumlah proyek besar di Karawang. Misalnya, pembangunan Pelabuhan Cilamaya dan Bandara Internasional Karawang yang sampai saat ini belum terwujud.

Padahal, sesuai hasil kajian yang dilakukan pihak PHRI tahun 2010 hingga 2012 lalu, Karawang membutuhkan sejumlah hotel berbintang. Waktu itu diprediksi tingkat hunian hotel berbintang bakal mencapai 90 persen. “Saat kajian dilakukan, jumlah wajib pajak dari kalangan pengusaha dan pekerja industri di Karawang meningkat tajam. Hal itu membuat pengusaha hotel tertarik untuk mengembangkan investasinya di Karawang.
“Salah satu cara untuk meningkatkan penghuni hotel saat ini adalah Pemkab Karawang harus giat menggelar event-event bertarap nasional, bahkan internasional. Dengan cara itu diharapkan banyak tamu yang datang ke Karawang dan mengisi hotel-hotel itu,” katanya. (use/din)