ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES DISOAL: Warga melintas di Taman Kota Cermat, yang berlokasi di sebelah utara komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat. DPRD persoalkan pembangunan taman tersebut.

NGAMPRAH – Proyek pembangunan Taman Kota Cermat, yang berlokasi di sebelah utara komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Mekarsari Ngamprah, dinilai buang-buang anggaran negara. Pasalnya, hutan kota buatan itu tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Pantauan Pasundan Ekspres, kondisi Taman Kota Cermat itu terkesan kumuh, dan tidak ada satupun warga yang memanfaatkanya. Bahkan, Hutan Kota Cermat yang dibangun oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) KBB itu, tidak nampak ada perubahan sejak dimulai pembangunan Hutan Kota tersebut. Tanaman dan pohon yang ada pun merupakan kondisi eskiting sebelumnya.
“Hutan kota cermat itu tidak ada manfaatnya, masa hutan kota seperti itu,” kata Anggota DPRD KBB, Eber Simbolon kepada Pasundan Ekspres, Selasa (5/9).

Padahal proyek Hutan Kota Cermat itu dibiayai dari anggaran APBD KBB sekitar Rp4 miliar, yang dianggarkan selama tiga tahun anggaran, dimulai dari tahun anggaran 2015 sebesar Rp2 Miliar hingga terakhir di APBD murni tahun anggaran 2017. Namun, kebermanfaatan Hutan kota itu hingga saat ini dinilai tidak ada manfaatnya.
“Masyarakat mana yang bisa memanfaatkan hutan kota itu, kalau hanya sekedar pemandangan saja, buat apa di buatkan jogging trak? Kan aneh,” ujarnya.
Bahkan, kata politisi Partai Hanura itu, anggaran pembangunan Hutan Kota itu dinilai tidak realistis. Seharusnya, anggaran sebesar itu bisa membuat Hutan Kota lebih baik dan besar. Mulai dari tanaman, dan pohon yang variatif hingga fasilitas penunjang lainya.

“Katanya itu hutan kota, tapi tidak ada tanaman atau pohon yang semestinya layak ditanam dihutan kota itu, yang ada hanya tanaman dan pohon eksiting saja,” ucapnya.

Sementara itu, saat dihubungi Pasundan Ekspres, Kepala DPKP KBB, Ida Nurhamida tidak bisa dikonfirmasi.(sep/ded)