Beranda HEADLINE Dokumen Rahasia: Ada Nama Luhut dan Sandi dalam Misi ke Israel

Dokumen Rahasia: Ada Nama Luhut dan Sandi dalam Misi ke Israel

147
0

JAKARTA-Mulai 9 Juni nanti Israel tak akan mengizinkan pemegang paspor Republik Indonesia (RI) memasuki wilayahnya. Padahal, dalam setahun ada puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Israel.

Memang, RI dan Israel tak memiliki hubungan diplomatik secara resmi. Namun, pihak Israel mengklaim sedang berupaya membangun hubungan dengan Indonesia, terutama untuk urusan bisnis dan ekonomi.

“Kami berharap bahwa orang-orang di Indonesia yang mencoba mempromosikan upaya untuk mencairkan hubungan ini segera berhasil,” ujar Emanuel Shahaf selaku ketua Kamar Dagang Israel.

Upaya untuk merintis hubungan bisnis dan ekonomi antara pengusaha kedua negara ternyata sudah dirintis sejak lama. Bahkan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada 2006 mengirim misi ke Israel.

Merujuk telegram rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta bertanggal 10 Juli 2006 yang dibocorkan Wikileaks, MS Hidayat selaku ketua umum KADIN memimpin 12 orang berkunjung ke Israel pada 25-29 Juni 2006.

Pihak yang menyusun rencana kunjungan itu adalah pengusaha nasional John Prasetio dan Duta Besar Israel untuk Singapura Ilan Ben-Dov. Sejumlah nama kondang tergabung dalam misi bisnis KADIN Indonesia ke Israel, seperti Luhut B Panjaitan, Sandiaga S Uno, Chris Kanter, Tata Susila Gunawan dan Zuhairi Misrawi.

Baik KADIN ataupun pemerintah Indonesia tidak mengumumkan rencana misi bisnis ke  Israel itu. Prasetio sebagaimana tertulis dalam telegram Kedubes AS berkode 06JAKARTA8622_a mengaku sempat menemui Hassan Wirajuda selaku Menteri Luar Negeri (Menlu) RI kala itu guna menjelaskan rencana misi KADIN ke Israel.

Prasetio menjelaskan, Wirajuda tidak merasa keberatan atas rencana itu. Namun, Wirajuda juga menegaskan bahwa Kemenlu RI tak mendukung misi itu.

Semula, misi tersebut juga akan mengikutsertakan Yenny Wahid yang kala itu menjadi staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Yenny memilih tak ikut ketika Presiden SBY menunjukkan reaksi tak berkenan atas rencana misi KADIN ke Israel.

Sedangkan perwakilan Muhammadiyah memutuskan menarik diri dari misi itu pada menit-menit terakhir. Merujuk pengakuan Prasetio, pengusaha kondang James Riady membiayai perjalanan perwakilan NU dalam misi itu demi menarik kesediaan organisasi kemasyarakatan Islam tersebut agar ikut serta.

Di Israel, misi KADIN dipertemukan dengan pihak-pihak penting. Antara lain Tzipi Livni yang kala itu sebagai Menlu Israel. Dinas Rahasia Israel (Mossad) juga menerima misi KADIN. Ada briefing khusus dari Mossad. Misi KADIN Indonesia ke Israel memang mengagetkan. Namun, pemberitaannya tak bertahan lama.

“Liputan pers telah cukup seimbang dan ceritanya cepat memudar,” tulis Burton Lynn Pascoe selaku Dubes AS untuk RI 2004-2007 dalam telegram bertitel Indonesia-Modest Trade Opening With Israel itu.(ara/jpnn)