Beranda KARAWANG DLHK Belum Maksimal Tangani Masalah Limbah

DLHK Belum Maksimal Tangani Masalah Limbah

35
0
Acep Suyatna

KARAWANG-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, dinilai oleh DPRD belum maksimal dalam menangani permasalahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Akibatnya sejumlah sungai di Karawang diduga tercemar limbah.

Anggota Komisi C DPRD Karawang, Acep Suyatna mengatakan, DLHK harus kerja lebih ekstra untuk menyelesaikan permasalahan penccemaran limbah B3 ke sungai-sungai yang ada di Karawang, baik itu sungai Citarum maupun sungai Barugbug.

“Kami sudah melihat kondisi dua sungai itu, dan pencemaran sungai masih terjadi di dua sungai itu,” katanya.

Menurutnya, betapa mengkhawatirkan kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai tBarugbug. Bahkan limbah itupun berdampak kepada murid – murid SDN Situdam yang memang posisinya berada dekat dengan sungai yang tercemar tersebut.

“Kasihan anak – anak murid disana, limbah ini berbau sehingga bisa mengakibatkan ISPA dan gatal – gatal yang dapat mengganggu kesehatan mereka, sehingga kualitas belajar anak – anak ini terganggu,” ujarnya.

Oleh karena itu Acep sangat menyayangkan jika sampai saat ini kepala DLHK Kabupaten Karawang tidak dapat berbuat apa – apa, hanya karena limbah tersebut berasal dari luar Karawang.

“Inikan lucu, hanya karena sudah ditindak lanjuti oleh pusat bukan berarti diam saja, kalo tidak becus bekerja, silahkan mundur saja dari jabatannya,”tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera memanggil kepala DLHK untuk mempertanyakan hasil kinerja yang sudah dilakukannya terkait dalam menangani permasalahan limbah yang ada di Kabupaten Karawang.

“Akan kita tanyakan nanti hasil lab, atau kajian laporan yang sudah di lakukan oleh pihak Kementerian dan propinsi seperti apa , baru akan kita putuskan untuk mengambil langkah selanjutnya,”imbuhnya.

Menurut Acep, DLHK harus punya data konkrit hasil tindak lanjut kemarin seperti apa, dan tetap harus melakukan hal yang konkrit terhadap perusahaan – perusahaan tersebut baik di Kabupaten Subang maupun yang berada di Kabupaten Purwakarta untuk bagaimana menyelesaikan soal limbah ini.

“Komunikasi dong, dengan pihak perusahaan tersebut, jangan hanya bicara tidak bisa berbuat banyak, jika tidak mampu berhenti saja jadi kepala dinas, lalukan hal yang baik jangan hanya diam, kami akan panggil pasti,”ucapnya dengan kesal.

Senada, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Karawang Suryana mengatakan, bahwa pencemaran limbah barugbug ini sudah berjalan 20 tahun dan sangat merugikan warga masyarakat Kabupaten Karawang yang tinggal disekitar pinggiran sungai tersebut.

Bahkan, dikatakannya, selain berdampak pada kesehatan masyarakat namun juga berdampak kepada rusaknya areal pesawahan yang pengairannya diambil dari sungai Barugbug.

“Karenannya permasalahan limbah ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera di selesaikan, perusahaan – perusahaan tersebut harus berhenti membuang limbahnya ke barugbug, bagaimana caranya, itu yang akan kami bahas dengan Kepala DLHK nanti,” ungakpnya.

Menurutnya, Kepala DLHK harus dapat menjalin komunikasi dengan perusahaan – perusahan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut bahkan juga tidak hanya dengan perusahaan melainkan dengan DLHK Kabupaten masing- masing. Serta meminta perusahaan melakukan perubahan sistem pengolahan limbahnya sehingga limbah tersebut tidak masuk mengaliri ke wilayah Kabupaten Karawang.

“Akan kami panggil segera, kemunginan setelah paripurna besok, kita lihat waktunya nanti akan kami sesuaikan,”pungkasnya. (use/tra)