Beranda BANDUNG Disnakan Temukan Ratusan Hewan Tak Layak Kurban

Disnakan Temukan Ratusan Hewan Tak Layak Kurban

46
0
ASEP IMAM MUTAQIN/PASUNDAN EKSPRES KURBAN: Pedagang menenjukan beberapa hewan kurban di salah satu lokasi penjualan hewan kurban di Parongpong KBB, Kemarin.

Dua Hari Jelang Idul Adha

NGAMPRAH – Dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemukan sebanyak 200 hewan dari 5000 hewan kurban yang dinyatakan tidak layak kurban. Hal itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas dilapangan sejak dua pekan sebelum Idul Adha.

Kepala Disnakan KBB, Undang Husni Tamrin mengatakan bahwa pihaknya menemukan ratusan hewan kurban tidak layak kurban. Bahkan hingga kemarin, petugas telah memeriksa sekitar 5000 hewan baik domba maupun sapi untuk kurban.

“Petugas menemukan ratusan hewan tak layak kurban. Kebanyakan yang tak layak kurban itu domba yang kurang cukup umur untuk kurban. Jadi, tidak memenuhi syarat kurban baik secara agama maupun medis,” kata Undang Kepada Pasundan Ekspres, Selasa (29/8).

Ratusan hewan tak layak kurban itu, lanjut dia, berasal dari sejumlah tempat penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai lapak. Setelah dipastikan tak layak kurban, hewan-hewan tersebut diminta untuk ditarik kembali oleh penjual dan tidak boleh diperjual belikan.

“Yang pasti, harus tahu betul bahwa hewan yang dibeli itu layak kurban. Sebab, kalau tak layak, bukan hanya tak sesuai dengan aturan agama, tetapi juga bisa menimbulkan penyakit,” katanya.

Undang juga mengimbau agar masyarakat lebih teliti sebelum membeli hewan kurban untuk memastikan kelayakannya. Mereka bisa menanyakan langsung ke penjual, tokoh masyarakat setempat, ataupun langsung ke Dinas Perikanan dan Peternakan.

“Kami sudah perintahkan pedagang agar tidak menjual hewan tidak layak kurban itu. Dan juga juga untuk masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban, pilih saja yang sudah mendapat label dari petugas,” ungkapnya.

Undang menambahkan, Disnakan KBB juga sudah menyiapkan sebanyak 15.000 label sehat untuk domba dan 5.000 label untuk sapi. Selain itu, juga disiapkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi hewan yang akan dijual ke luar KBB.

“Hewan yang dinyatakan layak kurban akan diberi label sehat, tandanya sudah memenuhi unsur halal, aman, utuh, dan sehat. Jadi, pilih yang ada label sehatnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Undang menjelaskan dalam pemeriksaan hewan kurban itu, Disnakan KBB melibatkan sebanyak 40 petugas pemeriksa hewan kurban, mereka dibantu oleh petugas dari Sekolah Negeri Kejuruan Peternakan. Ia pun optimistis, semua hewan kurban itu bakal tersentuh pemeriksaan petugas seiring dengan intensifnya pemeriksaan hingga Iduladha dan Hari Tasyrik nanti.

“Kami menargetkan pemeriksaan bisa dilakukan untuk 12.000 hewan kurban di KBB. Karena petugas memeriksa hewan kurban sejak dua pekan sebelum Idul Adha hingga Hari Tasyrik nanti, yaitu tanggal 10-13 Zulhijah,” pungkasnya.(sep/ded)