Beranda EDUKASIA Dinas Peternakan dan Perikanan Sosialisasi CBF

Dinas Peternakan dan Perikanan Sosialisasi CBF

14
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES EDUKASI MASYARAKAT: Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan Culture Based Fisheries (CBF) di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Rabu (6/12).

PURWAKARTA-Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta menyosialisasikan Culture Based Fisheries (CBF) di hadapan kurang lebih 700 petani lokal yang berasal dari berbagai kecamatan, di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Rabu (6/12).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta drh Sri Wiryasturati mengatakan, CBF atau Perikanan Tangkap Berbasis Budidaya adalah kegiatan perikanan tangkap di mana ikan hasil tangkapan berasal dari benih ikan hasil budidaya yang ditebarkan ke dalam badan air.

Benih ikan yang ditebarkan, sambungnya, akan tumbuh dengan memanfaatkan makanan alami yang tersedia. “Kegiatan restocking atau pengayaan kembali populasi ikan di perairan umum diharapkan dapat menjaga keseimbangan alam dengan lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan ikut bertanggung jawab,” katanya, Rabu (6/12).

Selain itu, kata dia, sebagai tumpuan masyarakat atau nelayan kecil, perairan umum daratan sebagai sumber pendapatan dan pemenuhan gizi keluarga. “Sebenarnya ini bukan sosialisasi tentang penggusuran kolam jaring apung milik petani lokal, tapi ini untuk pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Karto Iskandar (42), petani jaring apung asal Kecamatan Sukasari mengapresiasi camat dan kepala desa yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Petani lokal merasa terwakili dengan hadirnya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta di tengah-tengah kami,” kata Karto.

Diungkapkan Karto, para petani lokal jaring apung kerap merasa resah dan gelisah ketika ada penarikan kolam jaring apung. “Selalu timbul kekhawatiran, jangan-jangan, besok atau lusa kolam kami yang akan tergusur. Namun dengan adanya sosialisasi ini, kami semakin yakin jika kolam jaring apung milik petani lokal tidak ada yang tergusur,” ujarnya.

Dirinya pun meminta kepada seluruh pihak yang berwenang agar tidak ada penggusuran kolam milik petani lokal. “Kami menunggu solusi terbaik, dan jangan ada penggusuran kolam jaring apung. Pemerintah harus peduli terhadap masyarakat kecil seperti kami petani lokal ini,” kata dia.

Ditemui di sela kegiatan, Camat Sukasari Jaya Pranolo mengatakan, ada kekhawatiran petani jaring apung lokal terkait pembongkaran. “Karena mereka ini tidak punya mata pencaharian selain mengelola jaring apung. Sehingga apabila dibongkar, mereka mau kerja apa,” kata Jaya.

Ke depan, Jaya berharap ada solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Mudah-mudahan ada kebijakan terbaik dari pemerintah untuk petani lokal,” ucapnya.(rls/add)