Beranda BANDUNG Dinas Lingkungan Hidup Terus Monitor Pencemaran Citarum

Dinas Lingkungan Hidup Terus Monitor Pencemaran Citarum

47
0

Delapan Perusahaan Mulai Perbaiki IPAL

NGAMPRAH-Sebanyak delapan perusahaan pabrik industri di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang diduga kuat telah mencemari lingkungan sudah memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Rata-rata perbaikan IPAL itu sudah mencapai 60 persen.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Aam Wiriawan mengatakan sejumlah perusahaan tersebut akhirnya menyanggupi untuk memperbaiki IPAL. Hal itu setelah DLH melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap delapan perusahaan tersebut.
“Kita cukup bersyukur hasil dari pengawasan ini cukup berdampak. Kesanggupan masing-masing perusahaan mulai dari 1 sampai 8 bulan untuk perbaikan ipalnya. ,” kata Aam saat dihubungi, Minggu (3/6).
Dari kedelepan perusahaan yang hendak memperbaiki IPALnya tersebut, lanjut dia, ada sebagian perusahaan yang memutuskan yang secara total akan mengganti IPAL-nya. Diharapkan, perusahaan tersebut bisa menempuh aturan yang sudah berlaku.
“Beberapa perusahaan menyatakan siap mengganti ipal secara total. Ya, kami harapkan nantinya mereka juga bisa mematuhi aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Meski demikian, Aam juga menegaskan DLH tetap akan memonitoring perusahaan-perusahaan yang diduga telah mencemari lingkungan karena membuang limbah ke sungai citarum tersebut. Bahkan pemerintah akan memberikan sanksi tegas jika sejumlah perusahaan tersebut tidak menunjukan progres untuk memperbaiki ipal. “Setelah sidak dilakukan kemarin kami terus akan lakukan pengawasan. Sekarang kita tinggal menunggu saja progressnya,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa selama ini penemuan pelanggaran, itu terjadi berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama dengan DLH KBB. Adapun ia berharap, DLH KBB bisa memiliki pejabat pengawas lingkungan hidup daerah (PPLHD).
“Kami di KBB sudah tak punya PPLHD. Sedangkan tanpa PPLHD kami sulit bekerja. Makanya, kami beraharap bisa memiliki PPLHD,” pungkasnya.
Seperti diketahui, delapan perusahaan yang diduga telah diminta untuk memperbaiki IPAL yakni PT Senayan Sandang Makmur, PT Sinar Baskara Sejati, PT Hero Sekawan, PT Kencana Fajar Mulia, PT Central Texindo, PT Victory Pan Multitex, PT CGNP Mills dan PT Daya Mekar Tekstindo.(sep/man)