Beranda PRO DESA Diisi Bakti Sosial dan Memancing

Diisi Bakti Sosial dan Memancing

74
0
EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES HARI BURUH: Sejumlah serikat dan aliansi buruh di Kota Cimahi dan Bandung Barat mengadakan acara mancing bersama Polres Cimahi dan Kodim 0609 Kabupaten Bandung, Selasa (1/5).

May Day Kondusif, Sekda Berterimakasih

LEMBANG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di wilayah Jawa Barat berlangsung aman dan kondusif. Sejumlah elemen mengadakan berbagai kegiatan dengan cara yang positif.

“May Day di kita diisi dengan kegiatan positif seperti penanaman pohon dan bakti sosial sesama buruh. Sehingga, saya atas nama Pemprov Jabar menyampaikan rasa bangga kepada buruh yang sudah menyuarakan aspirasinya dengan santun dan baik,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (1/5).

Di tengah peringatan Hari Buruh, Pemprov Jawa Barat berharap pengusaha juga berempati kepada buruh untuk memberikan upah layak. Dengan begitu, pengusaha dan buruh bisa saling bersinergi yang pada akhirnya semuanya bisa sejahtera.

Di tempat berbeda, sejumlah serikat dan aliansi buruh di Kota Cimahi dan Bandung Barat mengadakan acara mancing bersama Polres Cimahi dan Kodim 0609 Kabupaten Bandung. Hal itu untuk mengurangi mobilisasi buruh yang turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa yang dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cimahi, Pepet Saefulkarim mengatakan, ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menunjukkan perjuangan buruh. Jadi, tidak selalu harus turun ke jalan maupun aksi unjuk rasa.

“Biasanya turun ke jalan, unjuk rasa, tapi tentu ada cara lain yang bisa ditempuh. Kami sudah melakukan mediasi dan komunikasi dengan pihak terkait untuk menyampaikan keluhan, itu juga salah satu bentuk perjuangan. Bakti sosial dan mancing bersama anggota aliansi buruh serta aparat keamanan, bisa dibilang sebagai bentuk karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Pepet.

Dia menyatakan, kegiatan mengumpulkan buruh untuk diajak mancing bersama bukan bentuk intervensi pihak kepolisian agar mereka tidak turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa.

“Ini bukan bentuk intervensi ataupun pencegahan agar kami tidak ke jalan, karena Kapolda Jawa Barat sudah menyarankan mencoba cari alternatif lain untuk menyuarakan perjuangan dan tuntutan buruh. Karena kami sendiri, perjuangan secara normatif itu pasti dilakukan bukan hanya ketika May Day,” jelasnya.

Di tempat lainnya, sekitar 300 buruh yang tergabung dalam Kasbi Kota Cimahi melakukan orasi di Jalan Raya Industri untuk memperingati May Day. Setelah berorasi, mereka bergerak ke Kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate untuk berunjuk rasa dengan aliansi buruh lainnya.

“Kami akan membawa Sepuluh Tuntutan Rakyat (Sepultura), di antaranya tuntutan penghapusan sistem kerja kontrak dan PP 78/2015 tentang pengupahan. Sampai saat ini, kami sebagai buruh belum merasa tersejahterakan oleh pemerintah,” ungkap Koordinator Departemen Perjuangan Buruh Perempuan Kasbi, Siti Eni.

Kasbi juga menyoroti banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA). Menurut dia, pemerintah harus tegas dalam membatasi masuknya TKA ke Indonesia. Eni juga menyayangkan pemerintah yang justru dianggap lebih mensejahterakan TKA daripada tenaga kerja lokal. Apalagi, masih banyak warga Indonesia yang sampai saat ini masih menganggur.

“Kalau pemerintah berpihak kepada rakyatnya, dalam hal ini buruh, maka tolong, TKA ke Indonesia direm. Memang saat ini di Cimahi belum terasa, tapi ke depannya, pasti akan menjamur juga. Banyak juga pemberitaan kalau upah TKA dan tenaga kerja lokal itu berbeda, lebih besar TKA, padahal statusnya sama. Kasihan kami buruh Indonesia yang setiap hari was-was karena terus kekurangan,” ujarnya.(eko/man)