Beranda FEATURE Diding Bangga Gubuknya Jadi Rumah Singgah Satgas TMMD

Diding Bangga Gubuknya Jadi Rumah Singgah Satgas TMMD

60
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES AKRAB: Diding warga Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes merasa bangga ketika rumahnya dijadikan sebagai rumah singgah oleh Satgas TMMD.

Semangat Gotong Royong Membangun Jalan dan Desa

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 yang dilaksanakan Kodim 0619/Purwakarta bisa jadi sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Betapa tidak, melalui pengerjaan sasaran fisik mau pun nonfisik selama periode TMMD itu, maka di situ lah terlihat kerjasama dan semangat gotong royong TNI dan masyarakat.

ADAM SUMARTO,
Purwakarta

GOTONG royong, hal ini menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan tak dimiliki bangsa lainnya. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot bahkan pernah menantang siapa saja yang berhasil menemukan padanan kata gotong royong dari bahasa lain, maka akan dibayar mahal olehnya.

Jangan melihat tantangannya, tapi di sini jelas terlihat betapa Panglima bangga dengan semangat yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia, semangat gotong royong.

Semangat ini pula yang ditunjukkan Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH saat meninjau langsung lokasi TMMD di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, belum lama ini.

Bupati tanpa sungkan mengambil cangkul dan berbaur bersama warga dan personel TNI menggali parit. Diayunkannya cangkul itu berkali-kali ke tanah. Tak pelak keringat membasahi wajahnya. Namun bukannya berhenti, Bupati malah terus mengulanginya hingga beberapa kali.

Usai ikut mencangkul, Bupati sempat menyampaikan kekhawatirannya jika saat ini semangat gotong royong mulai luntur. “Dengan program TMMD insha Allah semangat gotong royong itu bisa muncul kembali,” ucapnya.

Harapan Bupati tersebut bukanlah mengada-ada, selain semangat gotong royong, TMMD juga berhasil menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kentara terlihat ketika Satgas TMMD yang bertugas di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes menginap dan makan bersama di rumah penduduk yang rumahnya dijadikan sebagai rumah singgah.

Diding (55), warga setempat yang rumahnya digunakan sebagai rumah singgah oleh Satgas TMMD tersebut mengaku bangga dan sangat senang bisa dekat dengan personel TNI. “Saya dan keluarga ikhlas membantu TNI demi kemajuan desa kami,” ujarnya.

Lebih dari, sambungnya, Diding merassa senang sekaligus bangga bisa satu rumah dengan para personel TNI. “Alhamdulillah bisa makan bersama, ngopi bareng dan lainnya. Meski pun gubuk kami ini sederhana dan kami hanya masak seadanya untuk sarapan,” ujar Diding.

Kehadiran Anggota TNI dari Kodim 0619/Purwakarta disambut hangat bukan hanya oleh keluarga Diding saja tetapi seluruh warga Desa Margaluyu. Pasalnya kehadiran TNI ke Desa Margaluyu seolah mewujudkan impian warga untuk memiliki kemudahan akses ke berbagai wilayah lainnya.

“Program TMMD ke-100 ini kan membangun jalan penghubung dua kecamatan, jadi nanti kalau jalannya sudah selesai akan mempercepat jarak tempuh. Masyarakat di sini pun sudah menunggu puluhan tahun,” kata Diding.

Senada disampaikan Maman (45), warga Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu. Dirinya mengaku senang bisa membantu pengerjaan TMMD ke-100 yang sasaran utamanya pembuatan jalan sepanjang 7,2 kilometer dengan lebar 5 meter yang menghubungkan Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes dan Desa Wanawali, Kecamatan Cibatu itu.

Maman yang ikut membantu pembuatan saluran air ini belajar banyak dari para personel TNI. Meski pun sebelumnya dirinya tidak pernah melakukan pekerjaan seperti itu, tetapi berkat bimbingan dari anggota TNI yang menjadi satgas TMMD, maka pekerjaan yang dilakukan secara gotong-toyong bisa dikerjakan dengan baik.

“Senang bisa ikut membuat gorong-gorong ini, kalau tidak ada saluran air ini kan bisa banjir. Bapak-bapak TNI juga membimbing kami. Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar,” kata Maman.(*/adv/add)