Beranda BISNIS Dibalik Pembuatan Tahu Stempert oleh Taruna SMKN 2 Subang

Dibalik Pembuatan Tahu Stempert oleh Taruna SMKN 2 Subang

124
0

Sehari Produksi 30 Kg, Dipasarkan Perusahaan Ritel

Rasa bangga dirasakan oleh taruna taruni jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian atau TPHP SMKN 2 Subang. Hal ini setelah salah satu produk hasil olahannya mampu dipasarkan di salah satu perusahaan ritel terbesar di Kota Subang. Hasil itu tentu tak luput dari perjuangan dan proses yang harus dilalui.

Berawal dari adanya momen sekolah model yang dilaksanakan di lantai dua perusahaan ritel, Sri Andajani sebagai Manajer Unit Produksi berkeinginan untuk memasarkan produk hasil olahan anak didiknya. “Sebetulnya keinginan ini sudah ada sejak dulu,” tuturnya.
Saat itu, tanpa keraguan Sri langsung mengurus semua persyaratan adminitrasinnya, seperti membuat proposal pengajuan dan lainnya. Tak lama setelah itu, satu minggu berikutnya pihak dari perusahaan ritel pun berkunjung ke pabrik pembuatan tahu untuk melihat secara langsung proses pembuatannya.

Satu minggu sudah dirinya menunggu keputusan. Setelah itu kabar gembira pun akhirnya diterimanya. Kini dua minggu sudah Tahu Stempert dipasarkan di perusahaan ritel tersebut. “Kami rutin mengirim stok dalam lima hari sekali,” katanya.
Kerja keras, keuletan dan semangat taruna taruni dalam memproduksi tahu stempert pun terlihat lebih mengelora. Dalam sehari, mereka mampu memproduksi hingga 30 kg kedelai. Proses pembuatan bermulai dari pengilingan selama 15 menit, kemudian dilanjutkan perebusan, setelah itu pengumpalan selama 30 menit, lanjut ketahap cetakan dan langsung di potong-potong setelah membentuk tahu akan kembali di rebus sebagai tahap terakhir. Uap panas dari hasil perebusan sepertinya telah menjadi sahabat baik para taruna taruni ini.

Tidak hanya tahu stempert jurusan TPHP ini sebelumnya juga telah memproduksi olahan pertanian lainnya yakni sari buah. Kemudian ada juga roti, nagget, baso ikan dan baso ayam, risole dan produk lainnya. Untuk tahan selanjutnya, Sri juga berencana akan berupaya produk lainnya bisa masuk perusahaan ritel seperti tahu.

Perasaan bangga dan haru juga disampaikan Wakabid Manajemen Walyati Retnoningsih. Ia menyampaikan merasa bangga sebagai keluarga besar SMKN 2 Subang.
“Kita dibangun untuk selalu membantu, semua program keahlian saling membenatu , ada suatu program keahlian yang butuh bantuan pasti di back up,” tutup Walyati. (*/din)