Beranda FEATURE Dibalik Cerita Gedung Subang Plaza

Dibalik Cerita Gedung Subang Plaza

209
0
VINNY DINA RAHAYU/PASUNDAN EKSPRES MEMPRIHATINKAN: Kondisi Gedung Subang Plaza kini tak terawat dan memprihatinkan. Padahal gedung ini memiliki banyak nilai sejarah.

Tak Terawat dan Sering Dianggap Angker oleh Warga

Kabupaten Subang memiliki banyak gedung yang mengandung nilai sejarah. Salah satunya Gedung Subang Plaza. Namun kini keadaannya tak terawat dan malah sering dianggap angker oleh beberapa warga.

VINNY DINA RAHAYU,
SUBANG

Rumput tinggi dan tembok lusuh menjadi pemandangan yang kita temui jika melewati Gedung Subang Plaza yang berada di Jalan Letjen Suprapto. Sangat disayangkan mengingat bangunan tua tersebut menjadi saksi sejarah perkembangan Subang dari masa ke masa.

Pengelola UPTD Museum Kabupaten Subang, Ahmad Soleh, A.Md mengatakan, bangunan tersebut pada awalnya didirikan oleh pemilik P&T Land. Didirikan di tengah pusat perkantoran P&T Land pada kala itu, gedung tersebut digunakan sebagai kantor pusat administrasi perusahaan perkebunan P&T Land.
“Yang saya ketahui, di gedung tersebut sudah dilengkapi dengan ruangan basement dan ruang bawah tanah yang dulu digunakan untuk penyimpanan barang,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, setelah perusahaan perkebunan P&T Land berakhir pada tahun 1855, kepemilikan beralih ke tangan pribadi.
“Tak ada bukti yang jelas kepada siapa kepemilikan itu beralih. Kalau gak salah nama pemilik Hotel Subang Plaza itu H Harun,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu mantan karyawan Hotel Subang Plaza, Danang, 55, mengatakan gedung tersebut dimanfaatkan sebagai Hotel pada tahun 1992. Tak lama setelah itu, H Harun selaku pengelola satu-satunya Hotel Subang Plaza meninggal dunia. Hal ini yang diduga menjadi penyebab bangkrutnya Hotel megah tersebut.
“Setahu saya, pada tahun 1992 gedung tersebut diresmikan sebagai Hotel Subang Plaza. Namun Pa Haji Harun meninggal. Karena dia mengelola sendiri jadi tak ada yang melanjutkan bisnis hotel itu,” jelasnya.

Setelah itu, Hotel Subang Plaza kembali beralih kepemilikan. Danang menyebutkan, ada warga Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat yang membeli bangunan tersebut.
“Nah pembeli yang asal Cidahu ini yang menutup akses masuk ke Hotel Subang Plaza. Lalu pada tahun 2012 dibeli lagi oleh Rumah Sakit PTPN Subang sampai saat ini,” lanjutnya.

Dirinya juga kini berprofesi sebagai petugas keamanan di Rumah Sakit PTPN. Danang menyebutkan, RS PTPN Subang untuk sementara baru memanfaatkan lahan di halaman Hotel Subang Plaza sebagai lahan parkir khusus karyawan.
Saat dikonfirmasi mengenai ketakutan warga yang banyak menceritakan keangkeran Gedung Plaza Subang, Danang menampik hal tersebut.
“Dari mulai saya bekerja di Hotel Subang Plaza sampai sekarang saya bekerja disini, gak pernah saya menemukan hal-hal angker. Itu hanya ketakutan warga saja,” tandasnya. (vny/tra)