Beranda HEADLINE Demiz: Perlu Dilakukan Pemekaran Kabupaten

Demiz: Perlu Dilakukan Pemekaran Kabupaten

70
0

Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk jadi Pertimbangan

SUBANG-Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyebut perlu adanya pemekaran sejumlah kabupaten di Jawa Barat. Antara lain Kabupaten Garut, Sukabumi, dan Bogor, termasuk Kabupaten Subang.
“Pemekaran di beberapa kabupaten itu perlu dilakukan dan didukung,” ungkapnya saat mengunjungi Graha Pena Pasundan Ekspres, kemarin (16/4).

Saat ini, kata Demiz, sapaan akrab Deddy Mizwar, di Jawa Barat terdapat 27 kabupaten/kota. Padahal idealnya satu provinsi memiliki 42 kabupaten/kota. Luasnya wilayah serta tingginya jumlah penduduk menjadi salah satu alasan dilakukannya pemekaran kabupaten.

Dia menyebutkan, di Jawa Timur dan Jawa Tengah, jumlah kabupaten/kota cukup banyak. Sementara di Jawa Barat, dengan luas wilayah dan penduduk yang banyak, hanya terdapat 27 kabupaten/kota.
“Jawa Barat ini sedikit, hanya 27 kabupaten/kota, sudah semestinya dimekarkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, infrastruktur yang memadai menjadi salah satu perhatiannya. Karena dengan memadainya infrastruktur dapat meningkatkan daya saing.
“Banyak produk lokal di daerah, namun daya saingnya masih minim makanya perlu ditunjang dengan infrastuktur memadai,” ujarnya.

Di Jawa Barat, Demiz akan terus mengupayakan untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru. Setiap tahunnya mencetak 20 ribu pengusaha baru. Pemprov Jabar selama lima tahun sudah melakukan 100 ribu pengusaha hingga 2018. Ia mengajak masyarakat untuk tidak berpikir hanya menjadi buruh atau pegawai saja.
“Harus merubah mindset untuk menjadi pengusaha,” ungkapnya saat menemui warga di lapangan Dolog Karanganyar dalam acara yang diselenggarakan oleh DPD Perindo Subang.

Dia mengatakan, untuk menjadi pengusaha, jangan terganjal karena modal. Yang penting, kata dia, kreatif.“Kalau mau jadi pengusaha jangan berpikir modal dulu,” ungkapnya.

Ketua DPD Periondo Subang, H Bernadi mengatakan, Perindo akan berupaya untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru. Salah satu upaya Perindo dengan memberikan gerobak kepada masyarakat untuk digunakan berdagang.
“Setahun lalu sudah 60-an unit yang tersebar di 8 kecamatan, dan hari ini kita berikan sembila unit,” ujarnya. (ysp/din)