Beranda KARAWANG Delapan Warga Keracunan Limbah Batubara

Delapan Warga Keracunan Limbah Batubara

45
0

Akibat PT. ASAH Buang Limbah di Lapak Rongsokan

KARAWANG– Delapan warga Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel mengalami keracunan yang diduga akibat menghirup udara yang terkontaminasi limbah batu bara.

Para warga mulai keracunan sejak Senin (12/2) malam hingga Selasa (13/2) subuh dan dilarikan ke rumah sakit. Dugaan sementara korban keracunan akibat pembuangan limbah batu bara dari PT. ASAH yang di angkut ketempat barang rongsok.
“Berdasarkan data sementara sudah 8 orang warga yang dilarikan Klinik Mustika, namun dua orang akhirnya dirujuk ke RSUD Karawang karena kondisi cukup parah. Kami sedang mengusut kasus ini, namun dugaan sementara warga keracunan limbah batu bara yang dibuang di lapak rongsok milik Yusuf. Kami sudah memeriksa sejumlah orang dalam menangani kasus ini,” kata Kapolsek Ciampel, AKP Ricky Adipratama, Selasa (13/2).

Menurut Ricky peristiwa keracunan ini bermula ketika PT. ASAH membuang limbah batu bara di lapak rongsokan milik Yusuf di Dusun Mekarmukti Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel. Usai limbah baru bara tersebut dibuang warga sekitar sudah mencium bau busuk. Tidak hanya mencium bau busuk kemudian sebagian warga mulai merasakan pusing dan mual.
“Sebagian warga yang tidak kuat dilarikan ke Klinik, namun ada juga warga memilih bertahan meski sempat menderita pusing atau mual,” katanya.

Ricky mengaku setelah mendapat laporan warga dia bersama anggota langsung turun ke lokasi kejadian. Petugas kepolisian dari Polsek Ciampel membantu warga yang keracunan dan membawa keep Klinik terdekat. Selain itu polisi juga mengamankan limbah batu bara yang Di buang di tempat rongsok. “Selain membantu warga kami juga mengamankan lokasi pembuangan limbah batu bara. Saat ini sudah ada beberapa warga yang pulang dari klinik setelah menjalani perawatan medis. Sebagian lagi masih dalam perawatan tim media,” kata Ricky.

Menurut Ricky pihaknya akan memanggil manajemen PT. ASAH terkait pembuangan limbah batu bara yang mengandung racun melalui udara. Saat ini sejumlah orang sudah dimintai keterangan guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami utama menolong korban terlebih dahulu baru kasus ini kami tangani lebih lanjut. Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan. Pemeriksaan lebih lanjut akan kami lakukan setelah korban kita tangani,” ujarnya.(aef/tra)