Beranda BISNIS Dede Julianda, Pelukis Wajah di Alun-alun Subang yang Kebanjiran Order

Dede Julianda, Pelukis Wajah di Alun-alun Subang yang Kebanjiran Order

72
0
VINNY DINA RAHAYU/PASUNDAN EKSPRES LUKISAN WAJAH: Dede saat melukis salah satu pesanan yang menggunakan pewarna dari pensil warna.

Terima Pesanan Via Medsos

Memiliki bakat melukis sejak kecil yang diwarisi dari sang ayah menjadi anugrah tersendiri bagi Dede Julianda. Dengan modal kanvas dan cat minyak, tangan terampil Dede melukis wajah pelanggannya, hasilnya pun luar biasa, lukisannya begitu mirip dengan wajah orang yang dilukis.

VINNY DINA RAHAYU. Subang

Dede Julianda seorang pelukis wajah yang kebanjiran orderan hanya dengan membuka lapak di Alun-alun Kota Subang. Setiap sore hari mulai pukul 15.00 hingga 18.00 Dede memajang beberapa contoh lukisan wajah hasil karyanya di pelataran Pendepo Alun-alun Kota Subang.

Hanya sekilas saja orang sudah tertarik melihat lukisannya tersebut, maka tak heran saat ini pesanan lukisan wajahnya pun mulai bertambah. Diakui pemuda yang lahir pada 24 Juni 1991 ini peningkatan pesenan lukisan mencapai 50%.

Terhitung sudah satu bulan terkahir ini Dede berjualan di Alun-alun Subang yang awalnya pesanan sekitar 20 saat ini bisa mencapai 30 lebih pesanan lukisan wajah. Kebanyakan pemesan datang dari kalangan remaja yang mengaku memesan lukisan wajah untuk pribadinya sendiri dan ada juga untuk hadiah ulang tahun.

SEMPURNA: Hasil lukisan Dede begitu mirip dengan wajah sang konsumen.

Bakat melukis yang dimilikinya diakui Dede turunan dari sang ayah yang berawal dari hobi melukis namun Dede memanfaatkannya menjadi bisnis dan benar saja ketika mulai dijalani bisnis ini bisa berkembang dan diteriman baik di masyarakat.
“Sebenarnya dari sejak SMA juga udah jualan tapi baru ke teman-teman sebaya aja tapi Alhamdulillah sekarang pangsa pasarnya sudah semkain meluas.” jelasnya.

Tahun 2015 Dede mulai meningkatkan kualitas lukisannya, jika sebelumnya belum berwarna hanya berupa sketsa wajah tapi saat ini sudah berwarna. Penggunaan warna pada lukisannya pun berbeda-beda ada yang hanya memakai pensil warna ada juga yang pakai cat minyak atau water color, dari hasil dan harganya pun tentu berbeda.

Media yang digunakan untuk lukisan wajah dengan pensil warna menggunakan media limbah kayu berangkas , sedangkan untuk media lukisan dengan cat minyak atau water color sudah menggunkan media kanvas.

Harga yang dibandrol sesuai dengan jenis pewarna yang digunakan dan ukurannya.Lukisan ukuran A4 dengan pensil warna untuk satu orang atau satu kepala hanya Rp.100ribu, dan untuk dua kepala dibandrol dengan harga Rp.125ribu. berbeda dengan yang menggunakan cat minyak atau water color ukuran 40-60 cm dengan harga Rp.500ribu.

Dede mengungkapkan dengan harga sekian sudah mendapatkan repon baik dari masyarakat, terutama saat membuka lapak di Alun-alun penghasilanya pun dikatakan ada peningkatan.
“Dalam satu bulan terakhir ini penghasilan dapat tiga juta lebih, karena buka di alun-alun jadi ada peningkatan biasanya dua juta atau paling ramai dua juta lima ratus,“ ungkapnya.

Untuk satu lukisan Dede mengaku mampu menyelesaikannya dalam waktu 4 jam yang memakai pensil warna, jika pakai cat minyak bisa memakan waktu selama 2 hari.

Pemasaran yang dilakukan selama ini sebelum buka lapak di alun-alun Dede menjualnya via online di media sosial Facebook dan Instagram miliknya yaitu @dede_julianda91. Pesanan terjauh pun pernah hingga ke beberapa kota di luar Subang seperti Garut, Bekasi, Bogor dan Tasikmalaya. Bagi anda yang berminat bisa hubungi no kontak Dede 081313517722.(*/epl)