Beranda EDUKASIA Darul Ulum Lepas 2 Mahasiswi Terbaik ke Tiongkok

Darul Ulum Lepas 2 Mahasiswi Terbaik ke Tiongkok

110
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES PELEPASAN: STIES Darul Ulum Purwakarta melepas Widya Choerunisa dan Susi Susanti, dua mahasiswi terbaik ke Negeri Tiongkok untuk mengikuti training Bahasa Mandirin di Hainan Foreign Language College of Professional Education (HFLCPE), Rabu (30/8).

Perdalam Bahasa Mandarin di HFLCPE

PURWAKARTA-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Darul Ulum Purwakarta melepas dua mahasiswi terbaiknya ke Negeri Tiongkok dalam sebuah acara pelepasan yang berlangsung di aula kampus tersebut, Rabu (30/8).

Kedua mahasiswi yang akan dikirim untuk mengikuti training Bahasa Mandirin di Hainan Foreign Language College of Professional Education (HFLCPE) adalah Widya Choerunisa dan Susi Susanti. Keduanya merupakan mahasiswi semester 7 dan akan berada di Kota Hainan, Tiongkok selama setahun, yakni mulai 6 September 2017 hingga 6 September 2018.

Hadir dalam acara tersebut Presiden Academic Internasional Consortium (AIC) of Indonesia yang juga Presiden Direktur PIKSI Ganesha Consortium DR Drs H K Prihartono AH S.Sos S.Kom MM yang didampingi Ketua STIES Darul Ulum Purwakarta Ahmad Damiri S.Sy M.Ag, serta orang tua kedua mahasiswa tersebut.

“Widya dan Susi akan diberangkatkan menuju Tiongkok pada 4 september 2017 mendatang. Mereka akan mengikuti training Bahasa Mandirin di HFLCPE yang juga merupakan salah satu program pengembangan mahasiswa dan juga pertukaran pelajar antarnegara,” kata Ahmad Damiri yang akrab dipanggil Adam ini.

Program tersebut, sambungnya, sesuai dengan visi misi STIES Darul Ulum yaitu menjadikan perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif dalam menciptakan sumber daya ekonom syariah di Jawa Barat, Indonesia, dan dunia. “Ini merupakan program beasiswa bekerjasama dengan SEAMOLEC, AIC of Indonesia, dan Consortium PIKSI Ganesha,” ujarnya.

Adam menjelaskan, tujuan mengirimkan kedua mahasiswi tersebut dalam rangka pengembangan kompetensi mahasiswa dalam mengahdapi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). “Juga dalam rangka mengembangkan perguruan tinggi, di mana kami tak melulu bekerjasama dengan industri atau lembaga nasional, melainkan juga dengan lembaga internasional,” kata Adam.

Harapan dari program ini, kata Adam, dapat terciptanya kompetensi mahasiswa yang hebat, siap menghadapi MEA dan siap bekerja. “Mahasiswa tidak buta bahasa asing dan hanya mengandalkan Bahasa Indonesia saja. Ada pun dua mahasiswi ini memiliki kemampuan Bahasa Indonesi dan Inggris yang baik, ditambah lagi Bahasa Manadrin,” katanya.

Adam menyebutkan, setelah setahun belajar di Hainan, keduanya akan menjadi tim pengajar di Darul Ulum untuk mata kuliah Bahasa Mandarin. Keduanya akan menjadi dosen Bahasa Mandarin yang baru saja di-review menjadi mata kuliah. Ke depannya, bakal banyak perusahaan yang membutuhkan lulusan yang cakap berbahasa Manadarin,” ucapnya.(add/epl)