Beranda PRO DESA Dampak Proyek Nasional Perlu Diantisipasi

Dampak Proyek Nasional Perlu Diantisipasi

69
0

Kemacetan dan Meningkatnya Jumlah Pendatang

KARAWANG-Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengingatkan masuknya sejumlah proyek nasional di Karawang akan memiliki dampak bagi pembangunan di Karawang.

Dampak yang paling nyata akan terjadi yaitu meningkatnya jumlah pendatang yang diikuti oleh kemacetan lalulintas disejumlah titik dipusat kota. Pemkab Karawang akan melakukan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk sinkronisasi dengan pemerintah pusat.

“Ada sejumlah proyek startegis nasional yang dibangun di Karawang seperti pembangunan kereta api cepat, bandara, pembangunan jalan tol atau pelabuhan. Semua itu harus kita antisipasi dampaknya kedepan karena akan ada pergerakan ekonomi, manusia dan lalulintas yang lebih besar dari yang sekarang ini.

Untuk mengatasi kemacetan saja tahun ini kita anggarkan Rp 55 miliar untuk membangun underpass dan pelebaran jalan,” kata Cellica, Senin (19/3).

Cellica mengatakan pembangunan underpass di Karawang Barat mencapai Rp20 miliar, kemudian untuk pelebaran jalan interchange Karawang Barat memakan biaya Rp35 miliar. Anggaran tersebut belum ditambah kucuran dana dari pusat yang juga melakukan pelebaran jalan di wilayah Karawang Barat.

“Kami hanya membangun jalan yang menjadi kewenangan kita, sisanya dilanjut oleh pemerintah pusat. Itu belum dihitung dengan pembangunan 3 buah jembatan besar yang di perkirakan butuh anggaran Rp100 miliar,” katanya.

Menurut Cellica dengan adanya proyek strategis nasional Pemkab Karawang pada akhirnya harus melakukan penyesuaian RTRW. Karena ada sejumlah lahan yang ternyata tidak sesuai denganm RTRW sebelumnya sehingga pelu dilakukan revisi.

“Ini agar kita bisa sinkron antara program kita dengan pemerintah pusat. Jangan sampai program pembangunan yang kita laksanakan menjadi terganggu atau sebaliknya makanya sinkronisasi itu perlu,” katanya.

Sebagai daerah penyokong Ibukota Jakarta, pembangunan di Karawang tak lepas dari proyek nasional, mulai dari kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Bandara Soekarno-Hatta 2 dan proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated yang berakhir di kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek. Pemerintah pusat juga berencana membangun Tol Jatiasih-Sadang, dimana tol tersebut memasuki wilayah Bogor, Bekasi, Karawang (Pangkalan dan Ciampel), kemudian keluar Sadang.(aef/tra)