Beranda BANDUNG Bupati Abubakar Langsung Ditahan di Rutan Guntur

Bupati Abubakar Langsung Ditahan di Rutan Guntur

125
0
Bupati Abubakar usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, kemarin (12/4).

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Bandung Barat Abubakar di rumah tahanan (rutan) Guntur, Kamis (12/4). Abubakar ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap.
“ABB (Abubakar) ditahan di rutan Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/4).
Berdasarkan pantauan, politikus PDIP itu keluar dari Gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.20 WIB dengan mengenakan rompi tahanan bewarna oranye. Abubakar masih berjalan dengan disangga tongkat. Namun ia memastikan kondisi kesehatannya masih stabil.
“Alhamdulillah, sehat,” kata Abubakar kepada wartawan.
Dia enggan menjawab saat ditanya terkait kasus yang menyeretnya ke KPK. Abubakar hanya menyebut akan mengikuti proses hukum.
“Sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum,” imbuh dia.
Sebelumnya, KPK menetapkan Abubakar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bandung Barat Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bandung Barat Adityo, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bandung Barat Asep Hikayat sebagai tersangka kasus dugaan suap.
“KPK meningkatkan status penanganan perkara dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan beberapa orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (11/4).
Weti, Adityo dan Bupati Abu Bakar diduga sebagai penerima suap. Sedangkan Asep diduga merupakan pihak pemberi suap. Dalam kasus ini, KPK mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta.
KPK menduga uang suap itu digunakan Abubakar untuk kepentingan kampanye istrinya, Elin Suharliah yang mengikuti Pilkada Bandung Barat. Salah satunya yaitu, untuk membayar survei pilkada sang istri.
Elin Suharliah mencalonkan diri sebagai bupati Bandung Barat berpasangan dengan Maman Sunjaya sebagai wakilnya. Keduanya diusung oleh tiga partai yakni PDIP, PPP, dan PKB.(sep/din/jpnn)