Beranda PURWAKARTA BPJS TK Targetkan 60 % Pekerja Non formal

BPJS TK Targetkan 60 % Pekerja Non formal

94
0
ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES Sosialisasi Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional, Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pada Pekerja Bukan Penerima Upah. Yang diselenggarakan BPJS TK, berlangsung di Aula Badan Koordinasi Pemerintahan dan  Pembangunan (BKPP) Wilayah II Provinsi Jawa Barat, , Jumat (6/7).

Lakukan Sosialisasi Program dan Gandeng Himpunan Pekerja

PURWAKARTA-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenakerjaan (BPJS TK) Kantor  Wilayah Jawa Barat, semakin agresif dalam melakukan percepatan rekrutmen kepesertaan BPJS TK di sektor Bukan Penerima Upah (BPU) atau nonformal.

Ternyata, BPJS TK menggelar sosialisasi Penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional, Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja Pada Pekerja Bukan Penerima Upah, yang berlangsung di Aula Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP)
Wilayah II Provinsi Jawa Barat, Jalan Siliwangi No. 1 Purwakarta, Jumat (6/7).

Assistant Deputy Director Bidang Operasional BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat Bambang Ken Harto mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk  mengakselerasi peningkatan jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di sektor
nonformal, khususnya di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita undang perwakilan dari 8 Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di wilayah II ini, di antaranya Kota dan Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang.  Kita sasar peserta non-ASN, temasuk mitra binaan di SKPD tersebut,” kata Bambang
kepada Pasundan Ekspres di sela sosialisasi.

Dirinya berharap melalui sosialiasi tersebut semakin memberikan pemahaman pentingnya, menjadi peserta BPJSTK demi kesejahteraan para pekerja. “Melalui percepatan ini pula diharapkan kepesertaan BPJS TK dari sektor nonformal dapat
tumbuh sesuai dengan yang ditargetkan, yakni sebesar 60 %,” kata Bambang.

Untuk memudahkan para peserta BPJS TK dari sektor nonformal dalam membayar iuran, BPJS TK juga membentuk agen Penggerak Jaminan Sosial Nasional (Perisai) di setiap  SKPD. “Termasuk bekerjasama dengan paguyuban-paguyuban. Misalnya paguyuban guru honorer, paguyuban sopir angkot, paguyuban pedagang pasar, dan lainnya,” imbuhnya.

Melalui paguyuban atau himpunan pekerja non formal itu, kata Bambang, diharapkan semakin banyak yang mengetahui program dan sasaran yang ingin dicapai BPJS TK.  Sehingga target kepesertaan pekerja non formal bisa tercapai,terukur dan
sistematis.

Untuk pekerja nonformal ditawarkan dua program BPJS Ketenagakerjaan, keduanya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp 10.000 dan Jaminan Kematian Rp 6.800 sehingga total iuran yang harus dibayar Rp 16.800/bulan.(add/dan)