Beranda PURWAKARTA BPJS Ketenagakerjaan Peduli Korban Kecelakaan kerja

BPJS Ketenagakerjaan Peduli Korban Kecelakaan kerja

64
0
ilustrasi

Istri Pelaku Narkoba Jadi Korban Pemerasan

PURWAKARTA – Malang nasib Cucu Hasidah (39) warga Kampung Simpang RT02/RW01, Desa Salem, Kecamatan Pondok Salam, Purwakarta. Istri terduga pelaku tindak pidana penyalah gunaan Narkoba an Erwin (30) justru menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Kasat Narkoba Akp Herri Nurcahyo sebagai pelicin agar suaminya lepas dari jerat hukum.

Diwawancara di ruang kerjanya, AKP Herry Nurcahyo Kasat Narkoba Purwakarta ditanya perihal diatas membenarkan jika Cucu benar menjadi korban penipuan yang mencatut namanya untuk kepentingan pribadi.
“Saya juga kaget dengar keluhan Bu Cucu kalau yang mengatasnamakan saya sebagai kasat Narkoba untuk mengeluarkan pelaku pengguna Narkoba atas nama E, kami dengan tegas tidak pernah melakukan itu,” ujarnya.

Cucu sendiri mengaku pertama kali mendapat kabar kalau suaminya (E) bisa lepas dari jerat hukum usai menerima sambungan telepon dengan nomor 085210431631, Pada Selasa (5/9) lalu sekitar pukul 10.00 Wib. Si penelpon kepada korban (Cucu) mengaku bahwa dirinya adalah Kasat Narkoba Polres Purwakarta, AKP. Heri Nurcahyo, SH.

Si penelpon mengatakan, Erwin bisa terlepas dari jeratan hukum apabila sang istri bersedia mentransfer uang sebesar Rp.25.000. 000 (dua puluh lima juta rupiah), melalui rekening BRI. 322201010781538, atasnama. Siti Rohayah.
Tanpa pikir panjang Cucu pun segera memenuhi permintaan uang tersebut karena ingin suaminya keluar dari jeratan hukum.
Malapetakapun tiba, ketika Cucu menemui Kasat Narkoba AKP. Herri Nurcahyo tak mengetahui bahkan tak pernah melakukan apa yang dipintakan sang penipu.
“Dalam menjalankan tugas tentunya kita tidak lepas dari Komando Kapolres Purwakarta, Khususnya saya sebagai Kasat Narkoba akan selalu profesional dalam mengungkap semua kasus dan tidak mungkin kami berani berbuat seperti itu,” Tegas AKP Heri Nurcahyo SH. Rabu (6/9).

Herri pun mengihimbau, kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tindak penipuan semisal diatas.
“Gak ada yang namanya jual beli hukum, apalagi ini dengan uang jumlah sangat besar tentunya harus di pertanyakan kebenaranya tidak boleh ceroboh,” tuturnya.
Setelah mendengar keterangan dari AKP Heri, Cucu didampingi keluarga langsung membuat laporan tindak penipuan tersebut. Berbekal bukti slip penyetoran Bank BRI Kini di Satreskrim Polres Purwakarta.
“Saya niatnya hanya untuk membantu suami, bukan juga untuk membeli hukum,” tutup Cucu. (mas/epl)