Beranda KARAWANG BOT Banyak Timbulkan Masalah

BOT Banyak Timbulkan Masalah

79
0

DPRD Minta Segera Dihentikan

KARAWANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang menilai BOT (Built Operate and Transfer) atau bangun kelola dan alih milik dari rehab hingga pengelolaan pasar-pasar tradisional di Karawang, sudah selayaknya tidak diteruskan. Pasalnya, dari BOT yang selama ini dilakukan pemkab bersama pihak ketiga malah memunculkan banyak masalah.

“Tahun kemarin itu saja target pendapatan BOT oleh Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) sebesar Rp 2,5 miliar, realisasinya hanya Rp 267 juta atau 11 persen. Sementara problemnya belum mampu diselesaikan,” ujar anggota Komisi B DPRD Karaeang, Ata Subagja Dinata.

Dikatakan, pihak ketiga selaku investor dari pasar yang dibangun sudah layak dinyatakan wanprestasi. Ata menyontohkan pasar di Cikampek, dengan alasan ruko-nya tidak laku hingga kewajibannya untuk menyetor ke PAD (Pendapatan Asli Daerah) tak maksimal sebagaimana target yang disepakati.

“Kami lebih setuju, mulai sekarang kedepan rehab pasar tradisional di beberapa titik lainnya harus menggunakan dana APBD saja. Karena berdasarkan paparan pihak Disperindag saat dipanggil hearing, mereka masih mau melanjutkan BOT buat merehab Pasar Jatisari, Tirtajaya, dan Rengaadengklok. Buat kami jadi pertanyaan besar. Kenapa tetap bersikukuh dengan BOT? Sedangkan tahun-tahun sebelumnya selalu jeblok? Terkesan ada ‘sesuatu’-nya,” katanya.

Hal lain yang disarankannya, peran TKKSD (Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah) harus lebih berperan aktif dalam memberikan pertimbangan matang. “Sangat tidak beralasan kalau kita tetap memilih jatuh kembali ke lubang yang sama. Artinya, sudah tahu sebelum-sebelumnya memunculkan masalah, kenapa mesti ingin mengulang cara serupa? Kenapa pula tidak dijadikan pelajaran?” tandasnya. (use/tra)