USEP SAEPULLOH/PASUNDAN EKSPRES JANGAN DITIRU: Enam dari sembilan pelajar yang diamankan petugas Satpol PP mendapatkan pembinaan, kemarin (5/9). Mereka diamankan usai kedapatan membolos saat jam belajar.

KARAWANG-Sebanyak sembilan pelajar tingkat SMA di Karawang dijaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka diamankan saat asik bolos di dua tempat berbeda pada saat jam pelajaran, Selasa (5/9). Mereka ditangkap petugas di warung dekat kantor Bulog dan Mesjid Al Jihad.

Sebagai sanksi, para pelajar itu diminta melakukan push up sebanyak 100 kali. Tak hanya itu, nama mereka pun didata oleh petugas. Selain itu para pelajar juga diwajibkan menghubungi pihak sekolah atau orang tuanya.
“Kami menjaring sembilan pelajar yang tengah asik bolos pada saat jam pelajaran di warung dekat kantor Bulog dan masjid Al-Jihad,” Kabid Trantibum Satpol PP Karawang, Rahmat Basuki.

Menurutnya, dari sembilan pelajar yang diamankan, dua diantaranya merupakan pelajar SMK Gunung Jati, 1 orang pelajar SMK Taruna Karya, 2 orang SMA Kosgoro dan 4 orang SMP 5 Karawang. Para pelajar itu memiliki berbagai alasan saat dibawa ke MAko Satpol PP.
“Mulai dari beli makanan sampai beli materai, tapi tetap kami amankan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Dikatakan Rahmat, razia pelajar digelar secara rutin. Hal ini menyusul keluhan masyarakat terkait maraknya pelajar yang bolos sekolah. Dengan diberikan pembinaan, diharapkan bisa memberi efek jera kepada para pelajar yang bolos sekolah.

Selain memberikan pembinaan terhadap para pelajar, Satpol PP juga akan memanggil pihak sekolah maupun orang tua siswa. Tujuannya agar lebih tegas dalam dalam hal mendidik mereka. “Para pelajar bisa pulang setelah mendapat pembinaan dan di data namanya. Namun harus dijemput juga oleh pihak sekolah atau orang tua,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar SMK yang enggan disebut namanya, mengaku sedang membeli makanan di masjid Al Jihad, karena dirinya sedang sakit. Selain itu pukul 10.00 Wib merupakan jam istirahan. “Saya sedang istirahan dan membeli makan pak,” kelit salah satu pelajar yang ditangkap Satpol PP. (use/din)