Beranda FEATURE Berkunjung ke Smansa Tak Boleh Gaptek

Berkunjung ke Smansa Tak Boleh Gaptek

140
0

Wajib Mengisi Aplikasi Buku Tamu Digital

Penggunaan teknologi canggih di lingkungan Pemkab Purwakarta mulai berdampak kepada sekolah. SMAN 1 Purwakarta memiliki terobosan baru, yakni berupa buku tamu digital. Seperti apa fungsinya. Inilah liputannya.

ADAM SUMARTO, Purwakarta

Kepala Sekolah SMAN 1 (Smansa) Purwakarta Asep Sundu Mulyana M.Pd mengatakan, saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan tim programmer dan analis untuk merancang berbagai sistem berbasis aplikasi digital.

Teranyar, Smansa menghadirkan aplikasi buku tamu digital. Di mana setiap tamu yang berkunjung ke Smansa diwajibkan untuk mengisi buku tamu ini dengan mengisi form digital dengan menggunakan touchscreen (layar sentuh).
“Buku tamu digital ini tinggal mengisi saja, namanya siapa, instansinya apa, ingin bertemu dengan siapa dan tujuannya apa, dinas atau nondinas. Ketika diklik ada option misalnya ingin bertemu dengan kepala sekolah. Secara otomatis akan ada notifikasi kepada hape kepala sekolah,” ujarnya.

Pun halnya, kata Asep, saat hendak bertemu dengan wakil kepala sekolah, kasubbag TU, staf TU, hingga guru atau siswa. “Khusus bagi tamu yang hendak bertemu guru atau siswa, maka guru dan siswa tidak akan mendapat notifikasi, melainkan akan langsung dibantu oleh operator guru atau siswa mana yang hendak dituju,” kata Asep.

Mengapa demikian, sambungnya, karena jika langsung mendapat notifikasi akan mengganggu jalannya proses belajar. “Waktu bertamu kepada guru dan siswa pun kami batasi, yakni pada saat jam istirahat atau setelah pulang,” ujarnya.

Dengan aplikasi buku tamu digital ini, kata dia, akan sangat membantu terkait pengadministrasian tamu yang hadir. “Misalnmya ketika ada tamu maka akan ada konsumsi. Meski nilainya kecil, tetap harus dianggrakan dan dilaporkan. Seperti misalnya snack dan minuman,” kata Asep.

Kalau pun tak ada konsumsi dan lainnya, kata dia, aplikasi tersebut menjadi pembelajaran digitalisasi bagi seluruh perangkat sekolah. “Karena mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus semakin familiar dengan aplikasi digital ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, buku tamu digital ini terintegrasi dengan website resmi Smansa dan menyimpan data tamui tersebut. “Jadi pada kunjungan berikutnya, data tamu yang datang sudah langsung dikenali, tinggal mengisi siapa yang ditujunya,” katanya.

Aplikasi digital yang tengah dikembangkan Smansa ini dibuat oleh para alumni dibantu tim IT yang terdiri dari guru-guru TIK, siswa, hingga TU. “Sumber pendanaannnya selain dari BOS juga bantuan dari alumni dan masyarakat. Ini menjadi penting untuk efisiensi pembiayaan digitalisasi sekolah,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengaplikasikan absensi gateway bekerjasama dengan salah satu provider. “Namun tetap kita perhatikan juga data-data siswa harus terlindungi meski terbuka untuk orangtua. Selain itu kita juga akan mengembangkan aplikasi microcontroller dan Raspberry Pi untuk digitalisasi kelas. Menyalakan infocus, AC, dan lainnya dengan sistem digital,” ucapnya.(*/din)