Beranda SUBANG Berkomitmen Lestarikan Budaya Sunda

Berkomitmen Lestarikan Budaya Sunda

65
0
YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES KESENIAN: Pendiri Sanggar Danir Komala komitmen untuk melestarikan kebudayaan khas Sunda.

SUBANG– Sanggar Danir Komala Dusun Jambeanom, Desa Purwadadi Barat, berkomitmen untuk melestarikan kebudayaan khas Sunda

Sanggar yang berdiri sejak tahun 2014 tersebut didirikan pasangan suami istri Engkos Kosasih dan Atin yang telah berkecimpung didunia seni karawitan sejak mereka masih belia hingga saat ini ini, mampu melahirkan para seniman handal yang tidak hanya dinikmati karya seninya di dalam dan di mancanegara.

Engkos Kosasih atau yang akrab di sapa Abah Engkos ini telah melanglang buana di bidang kesenian semenjak ia berusia belia. Dirinya sudah mampu memainkan alat musik suling (alat musik yang terbuat dari bambu) sejak dirinya berusia lima tahun, tanpa ada yang mengajari.

“Saya juga sempat tergabung dalam kelompok kesenian sisingaan, sebelum akhirnya mendirikan Sanggar tersebut,” katanya.

Sedangkan istrinya yang merupakan penyanyi dangdut yang kini telah beralih menjadi seorang juru kawih (sinden). Keduanya dipertemukan di panggung yang sama pada saat itu.

Kedua suami istri berbakat itupun, kini telah telah mereka turunkan kepada putri semata wayangnya, Indah (17) yang masih duduk di bangku kelas VIII SMK.

Berbagai prestasi pun telah Indah raih, dari mulai Juara Pupuh tingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi. Tidak hanya Indah, ada juga Enda Combet, anggota Sanggar Danir Komala yang saat ini telah tergabung bersama Grup Musik Religi dari paman Sam, Debu, yang rencananya akan tampil di Amerika bulan Desember mendatang.

Tidak hanya mereka, banyak diantara anggota sanggar pun yang telah banyak menorehkan prestasi-prestasi lainnya diantaranya bidang Pupuh, Karawitan hingga Pencak Silat yang menjadi Juara 1 Putra tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2016.

Prestasi-prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras sang murid dan keikhlasan gurunya dalam melatih. Hingga kini, Sanggar Danir Komala telah memiliki banyak anggota yang rutin berlatih tari-tarian, karawitan, ngawih bahkan pencak silat. Latihan tersebut diadakan setiap hari Jumat yang di bina langsung oleh Abah Engkos.

Selain itu, hari-hari yang lain digunakan untuk berlatih sebelum tampil di acara pernikahan dan kesenian lainnya.

“Harapannya ke depan, semoga kebudayaan Sunda ini mampu terus dilestarikan oleh para generasi muda. Semoga pemerintah pun khususnya pemerintah Kabupaten Subang mampu lebih mengapresiasi kepada para seniman Sunda,” pungkasnya.(ysp/ded)